Obat tradisional yang mengandung BKO, kata dia juga berdampak pada ekonomi seperti merugikan produsen obat tradisional alami karena persaingan yang tidak sehat, dan peningkatan biaya kesehatan.
Kemudian, dari dampak sosial bisa menurunkan citra obat tradisional atau jamu sebagai warisan nasional Indonesia, dapat menimbulkan keresahan dan kecurigaan antar kelompok masyarakat.
Terakhir, kata dia, dampak terhadap kesehatan akibat obat tradisional mengandung BKO bisa membuat muka membundar akibat penumpukan lemak pada wajah. Gejala demam, sakit tenggorokan dan kulit melepuh.
"Dampak negatif pada kesehatan juga bisa membuat luka pada lambung bahkan kejadian gagal jantung," katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa obat tradisional juga tidak boleh mengandung bahan berbahaya seperti alkohol, bahan kimia obat, narkotika atau psikotropika serta bahan lainnya yang dinilai bahaya berdasarkan pertimbangan kesehatan.
"Masyarakat umum sebagian belum tahu terkait hal ini, maka perlu kita sampaikan ke masyarakat bahwa bahayanya jamu atau obat tradisional yang mengandung BKO," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.