Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Pangeran Puger dan Untung Surapati Tikam Kapten VOC hingga Tewas dalam Pertempuan

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 13 Oktober 2022 |05:36 WIB
Ketika Pangeran Puger dan Untung Surapati Tikam Kapten VOC hingga Tewas dalam Pertempuan
Untung Surapati (Foto: ist)
A
A
A

JAKARTA - Tombak sakti Kerajaan Mataram membuat kapten VOC tewas terkena tikaman. Sosok yang menjadi dalang adalah Pangeran Puger yang turut membantu pasukan Untung Surapati bertempur melawan pasukan VOC.

Sebelumnya pasukan VOC yang menghadapi Untung Surapati tampak unggul di atas angin. Saat itu Kerajaan Mataram tengah di perintah oleh Sunan Amangkurat II, sebagaimana dikutip dari buku "Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati" tulisan Sri Wintala Achmad.

Pertempuran antara pasukan Untung Surapati dengan VOC tak terhindarkan di Alun - Alun Kartasura. Saat itu Untung Surapati berhasil membunuh seorang kapten VOC pertama yakni Kapten Brikman. Terbunuhnya Brikman menjadikan pasukan VOC kian beringas dan memerangi pasukan Untung Surapati.

Sang kapten VOC itu tewas dengan sabetan patrem atau keris kecil yang terkenal sakti. Akibat sabetan keris yang kecil itu, leher Brikman tewas seketika dan nyaris tewas. Melihat Brikman tewas, rekannya Kapten Tack marah besar.

Baca juga: Untung Surapati, Raja Dewa yang Jadi Legenda di Tanah Air

Ia menata barisan kemudian menyerang balik pasukan Untung Surapati. Tetapi serangan ini dihadang oleh Surapati dan Patih Anrangkusuma. Mereka pun berperang bersama - sama melawan VOC, tanpa merasa gentar sedikit pun.

Baca juga: Untung Surapati, Budak yang Menggerakkan Teman Seperjuangan Lawan VOC Belanda

Kapten Tack sempat disodok tombak, namun tidak terluka, sang kapten VOC itu balik menyerang Untung Surapati. Oleh Surapati, Kapten Tack didekati dan dihantam bertubi-tubi, namun tak dirasakan. Sosok Kapten Tack terkenal sakti dan kebal senjata tajam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement