Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Jenderal Soemitro dan Boneka Jailangkung

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 13 Oktober 2022 |11:18 WIB
Kisah Jenderal Soemitro dan Boneka Jailangkung
Jenderal Soemitro dan boneka jailangkung (Foto : Boombastis)
A
A
A

Sebagai hukuman, Sukaryadi harus melakukan saseng atau bersila selama satu minggu, di siang harinya ia harus melakukan bela diri menggunakan pedang kayu (kendo), dan bela diri menggunakan bayonet (juken jutsu). Hebatnya, Sukaryadi tetap bungkam ketika ditanya siapa dua orang kawannya yang keluar bersamanya saat itu. Ia selalu mengatakan tidak tahu, bahkan mengatakan mungkin kedua orang tersebut berasal dari kesatuan lain.

Soemitro yang mengetahui hal tersebut pun merasa respek dan berutang budi kepada kawannya. Karena jika saat itu Sukaryadi menyebut nama Soemitro dan Ponidi, tentunya mereka bertiga akan dikeluarkan dan Soemitro pun tidak akan menjadi jenderal.

Karir militer Soemitro ternyata cukup moncer bahkan melampaui petunjuk jailangkung yang menyebutnya hanya sampai berpangkat mayor. Soemitro berhasil menjadi jenderal dengan jabatan di berbagai posisi. Dari mulai Pangdam V Brawijaya, Pangdam VI/Mulawarman di Kalimantan, hingga Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib).

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement