Kata Rudi, pemerintah daerah akan memprioritaskan relokasi terhadap empat rumah warga setempat yang rusak rata dengan tanah akibat terdampak bencana itu.
"Relokasi ini akan dilakukan bertahap, tapi kita prioritaskan ada empat rumah yang harus segera. Lokasinya di tanah milik desa, dan dibangun oleh pemerintah daerah," jelasnya.
Rudi mengungkapkan, pergerakan tanah yang menerjang kawasan itu diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir.
"Memang kawasan ini merupakan, daerah rawan longsor dan pergerakan tanah. Tentunya kita imbau terus agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan potensi kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi," ujarnya.
Sementara itu, Tenaga kesehatan Puskesmas Cibeber, dr Nina Winarti mengungkapkan sejumlah warga yang terdampak pergerakan tanah sudah mengalami gangguan kesehatan, seperti demam dan batuk.
Bahkan, lanjut Nina, seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, Jihan masih trauma dan belum hilang dalam ingatannya saat tebing setinggi 50 meter ambrol dan menimbun rumahnya.
"Kita terjun ke lokasi, melihat dan melakukan pelayanan bagi warga yang terdampak. Selain itu, kita juga fokus memberikan layanan trauma healing bagi gadis perempuan yang masih shock dengan kejadian bencana tersebut," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.