YERUSALEM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Presiden Rusia Vladmir Putin. Dalam pertemuan itu, Kamis 13 Oktober 2022, Abbas mengatakan pihaknya tidak percaya pada Washington dalam menyelesaikan konflik Palestina dengan Israel dan menyatakan memberikan penghargaan atas peran Rusia.
"Kami tidak mempercayai Amerika dan Anda tahu posisi kami. Kami tidak mempercayainya, kami tidak bergantung padanya, dan dalam situasi apa pun kami tidak dapat menerima bahwa Amerika adalah satu-satunya pihak dalam menyelesaikan masalah," kata Abbas kepada Putin, seperti dikutip dari Reuters.
Abbas menegaskan dukungannya untuk apa yang disebut Kuartet mediator internasional - Rusia, Amerika Serikat (AS), PBB dan Uni Eropa - tetapi mengatakan bahwa AS tidak dapat dibiarkan bebas bertindak sendiri. Hal itu diungkapkan Abbas pada Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Keyakinan di Asia (CICA) di Kazakhstan.
"Itu bisa berada di dalam Kuartet karena ini adalah negara yang hebat, tetapi kami tidak akan pernah menerimanya sebagai satu-satunya," kata Abbas dalam sambutan yang disiarkan televisi.
Abbas mengatakan bahwa dia "benar-benar puas" dengan posisi Rusia terhadap rakyat Palestina."Rusia berdiri dengan keadilan dan hukum internasional dan itu sudah cukup bagi kami," katanya.
"Ketika Anda mengatakan Anda mendukung legitimasi internasional, ini sudah cukup bagi saya dan itulah yang saya inginkan. Oleh karena itu, kami senang dan puas dengan posisi Rusia," kata Abbas.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.