Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bertemu Putin, Presiden Palestina: Kami Tidak Mempercayai Amerika

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |14:21 WIB
Bertemu Putin, Presiden Palestina: Kami Tidak Mempercayai Amerika
Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Keyakinan di Asia (CICA) di Astana, Kazakhstan, 13 Oktober 2022. (Foto: Sputnik via Reuters)
A
A
A

YERUSALEM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Presiden Rusia Vladmir Putin pada Kamis, (13/10/2022). Dalam pertemuan itu, Abbas menyatakan kembali ketidakpercayaannya terhadap Amerika Serikat (AS) dalam menyelesaikan konflik dengan Israel dan menyatakan penghargaan atas peran Rusia.

Abbas menegaskan kembali dukungannya untuk apa yang disebut Kuartet mediator internasional - Rusia, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa. Tetapi, dia mengatakan Amerika Serikat tidak dapat dibiarkan bebas bertindak sendiri.

"Kami tidak mempercayai Amerika dan Anda tahu posisi kami. Kami tidak mempercayainya, kami tidak bergantung padanya, dan dalam situasi apa pun kami tidak dapat menerima bahwa Amerika adalah satu-satunya pihak dalam menyelesaikan masalah," kata Abbas kepada Putin saat keduanya bertemu di Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Keyakinan di Asia (CICA) di Kazakhstan.

BACA JUGA: Usai Bertemu Mahmoud Abbas, Biden Janji Lanjutkan Upaya Perdamaian Israel-Palestina

"Itu bisa berada di dalam Kuartet karena ini adalah negara yang hebat, tetapi kami tidak akan pernah menerimanya sebagai satu-satunya," katanya, dalam sambutan yang disiarkan televisi, sebagaimana dilansir Reuters.

Komentar tersebut menggemakan kecurigaan lama pemimpin Palestina berusia 87 tahun itu terhadap Amerika Serikat, sekutu utama Israel, tetapi muncul ketika Presiden Joe Biden telah meningkatkan upaya untuk mengisolasi Rusia atas serangannya terhadap Ukraina.

Abbas mengatakan dia "benar-benar puas" dengan posisi Rusia terhadap rakyat Palestina.

"Rusia berdiri dengan keadilan dan hukum internasional dan itu sudah cukup bagi kami," katanya.

"Ketika Anda mengatakan Anda mendukung legitimasi internasional, ini sudah cukup bagi saya dan itulah yang saya inginkan. Oleh karena itu, kami senang dan puas dengan posisi Rusia."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement