UKRAINA - Pejabat Ukraina telah mendesak Palang Merah untuk melakukan misi ke kamp penjara terkenal di timur negara yang diduduki Rusia.
Kepala Staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, menuntut Palang Merah (ICRC) mengunjungi penjara Olenivka di Donetsk dalam waktu tiga hari.
"Kami tidak bisa membuang waktu lagi. Nyawa manusia dipertaruhkan,” cuitnya, dikutip BBC.
Bulan lalu, Palang Merah mencoba mengamankan akses ke kamp tersebut, tetapi mengatakan hal itu ditolak oleh pihak berwenang Rusia.
Baca juga: Serangan Rusia Terus Berlanjut, Drone Hantam Ibu Kota Ukraina dan Rudal Bombardir 40 Pemukiman
Penjara Olenivka telah berada di bawah kendali otoritas yang didukung Rusia di Donetsk sejak 2014, dan kondisinya dikatakan sangat buruk.
Baca juga: Mencoba Masuk ke Dalam Pikiran Presiden Rusia, Apa yang Dipikirkan dan Direncanakan Putin?
Pada Juli lalu, lusinan tahanan Ukraina tewas dalam serangan roket di kamp, dan kedua belah pihak saling menyalahkan. Kyiv mengatakan penjara itu ditargetkan oleh Rusia untuk menghancurkan bukti penyiksaan dan pembunuhan, sementara Moskow menyalahkan roket Ukraina.
Mereka yang ditahan di lokasi itu termasuk anggota batalion Azov, yang merupakan pembela terakhir kota Mariupol dan yang digambarkan Rusia sebagai neo-Nazi dan penjahat perang.
Yermak mengatakan dia mengangkat masalah misi selama konferensi video dengan pejabat dari ICRC dan organisasi internasional lainnya.
Dia telah menuntut kunjungan itu dilakukan pada Senin (17/10/2022).
"Ukraina akan berkontribusi pada misi ini dengan segala cara yang mungkin," katanya di Telegram, seraya menambahkan bahwa dia tidak mengerti mengapa misi untuk memeriksa Olenivka belum diatur.
ICRC telah dihubungi untuk memberikan komentar.
Bulan lalu, Direktur Jenderal organisasi itu Robert Mardini mengatakan pembicaraan sedang berlangsung dengan pihak berwenang Rusia tentang akses ke Olenivka - tetapi akhirnya ditolak.
"Kami bernegosiasi setiap hari untuk mendapatkan akses penuh ke semua tawanan perang," katanya kepada wartawan.
"Jelas merupakan kewajiban mutlak [dari] para pihak untuk memberikan akses kepada ICRC kepada semua tawanan perang,” lanjutnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.