Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Brigadir Mudiyanto, Polisi Peduli Pendidikan Anak Perbatasan

Alfie Al Rasyid , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |11:25 WIB
Brigadir Mudiyanto, Polisi Peduli Pendidikan Anak Perbatasan
Brigadir Mudiyanto
A
A
A

NATUNA - Pria berusia 34 tahun itu dengan santai mengendarai motor roda tiga menuju SDN 007 Natuna. Senyumannya mengambang saat menyapa warga setempat.

Pria itu bernama Mudiyanto yang merupakan anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Polisi dengan pangkat Brigadir tersebut bertugas di Polsek Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau.

 (Baca juga: Diperkosa Polisi yang Juga Pamannya, Impian Bunga Jadi Polwan Kandas)

Motor roda tiga miliknya terparkir di SDN 007 Natuna. Anak-anak SD menyambut kedatangannya. Rasa bahagia sangat terlihat di mimik mukanya.

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur itu datang sembari membawa ratusan buku bacaan yang tertata rapi di dalam boks motor roda tiganya. Tak perlu aba-aba, buku-buku tersebut langsung diambil para pelajar.

 (Baca juga: Viral Polisi Ngamuk di Tol Bocimi saat Terima Uang Damai Tilang, Kapolres: Sudah Didemosikan!)

Dia senyum sumringah, ada rasa bahagia terpancar di wajahnya. Selain bertugas menjaga wilayah perbatasan NKRI, ada tugas mulia yang dilakukan di sela-sela waktu senggangnya.

Suami dari Ika Kusumawati ini, selalu berkeliling dari sekolah ke sekolah serta dari kampung ke kampung lain di wilayah hukum Polsek Bunguran Timur, Natuna. Dia tampak semangat membawa ratusan buku untuk anak-anak yang hidup di wilayah perbatasan tersebut.

Polisi yang murah senyum ini, selalu mengendarai motor roda tiga dalam menjalankan tugasnya. Tujuan utamanya untuk mengajak anak-anak gemar membaca.

Motor roda tiga itu telah disulapnya menjadi perpustakaan keliling. Kehadiran anggota Bhabinkamtibmas ini, selalu dinanti anak-anak yang hidup di sisi utara perbatasan Indonesia tersebut.

"Awalnya saat saya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, saya menemukan persoalan kurangnya bahan bacaan dan keinginan anak-anak untuk membaca. Akhirnya, saya mencoba mencari solusinya dengan membuat perpustakaan keliling," beber bapak tiga anak itu.

Brigadir Polisi Mudiyanto memperoleh seluruh buku bacaan dari para donatur atau pegiat literasi, komunitas pecinta buku, serta sebagian buku dibelinya dari uang pribadi demi memenuhi kebutuhan anak-anak. Baginya, anak-anak di Natuna harus gemar membaca dan memiliki wawasan yang kuat serta mencintai Indonesia.

"Meskipun anak-anak ini berada di perbatasan dan di ujung utara Indonesia. Mereka harus tetap mampu bersaing dengan anak-anak lain. Mereka adalah generasi anak bangsa," tegas Bintara lulusan 2010 itu.

Kehadiran perpustakaan keliling ini, sangat diminati anak-anak. Mereka selalu menanti kehadiran perpustakaan keliling yang dibawa Brigadir Polisi Mudiyanto.

Bukan hanya perpustakaan keliling yang dijalankan Brigadir Polisi Mudiyanto. Ia juga menjadikan rumahnya sebagai rumah baca yang diberi nama Rumah Baca Bhabinkamtibmas.

Rumah baca yang didirikannya itu diresmikan langsung oleh Kapolsek Bunguran Timur pada Agustus 2018. Setelah diresmikan, Brigadir Polisi Mudiyanto langsung mengabarkan seluruh anak-anak di Natuna untuk datang ke rumahnya agar membaca buku secara gratis.

Setiap bulan, ada 200 anak yang datang ke Rumah Baca Bhabinkamtibmas. Rata-rata, anak yang datang untuk membaca buku berasal dari pelajar SD, SMP dan SMA di Natuna.

"Target saya selama setahun rumah baca, ada 1.300 buku yang dibaca. Alhamdulillah sudah terpenuhi," katanya.

Brigadir Polisi Mudiyanto melanjutkan, dampak terhadap perpustakaan keliling dan Rumah Baca Bhabinkamtibmas yang digagasnya sangat luar biasa terhadap anak-anak. Mereka yang hidup di perbatasan negara ini bisa dekat dengan polisi serta paham literasi.

"Anak-anak jadi sangat dekat sama Polri. Mereka bisa tau kalau polisi tidak hanya menangkap orang atau mengatur lalulintas, tapi ada Bhabinkamtibmas. Anak-anak juga senang baca dan kita ajarkan mereka membaca bagi yang belum bisa," paparnya.

Perpustakaan keliling yang sudah dioperasikan Brigadir Polisi Mudiyanto sejak tahun 2018 silam tersebut, sangat berarti bagi para pelajar SD di Natuna. Mereka jadi gemar membaca.

Selain itu, para pelajar bisa membawa pulang buku bacaan Perpustakaan Keliling atau Rumah Baca Bhabinkamtibmas. Nantinya, mereka diminta untuk menceritakan ulang isi dan maksud dari buku bacaan tersebut.

Salah satu pelajar SDN 007 Natuna, Anggea Silviana mengatakan, polisi sangat menyenangkan dan baik. Pasalnya, para murid bisa membaca buku secara gratis dan mendapatkan hadiah dari Brigadir Polisi Mudiyanto.

"Kami senang dengan Pak Polisi, karena selalu membawakan buku buat kami. Kami juga dapat hadiah dari pak polisi," ucap Anggea Silviana.

Bel istirahat telah berbunyi. Anak-anak kembali melanjutkan pelajaran di sekolahnya.

Satu per satu buku bacaan dikembalikan ke perpustakaan keliling milik Brigadir Polisi Mudiyanto. Ia pun menyusun buku-buku itu dengan rapi.

Sebagian pelajar berencana membawa pulang buku bacaan tersebut. Mereka mengaku belum membaca buku hingga selesai.

Setelah selesai dari SDN 007 Natuna, Brigadir Polisi Mudiyanto pun mengendarai motor roda tiga itu menuju satu perkampungan. Ia bersiap-siap untuk melayani kegiatan vaksinasi di Natuna.

Siang yang terik itu membakar semangat anggota polisi yang inspiratif dan humanis itu. Ia sangat berintegritas karena telah mengabdi pada negara ini.

Tak tanggung-tanggung, Brigadir Polisi Mudiyanto selalu ada 24 jam untuk masyarakat di Natuna. Bahkan ia rela tidak balik ke kampung halamannya agar bisa melayani masyarakat sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur.

"Ada ada kegiatan vaksinasi keliling di Ranai ini. Ada lansia yang tidak bisa ke lokasi vaksinasi," katanya.

Lansia atau masyarakat yang tidak bisa ke lokasi vaksinasi merupakan tanggungjawabnya. Hal ini sesuai dengan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas.

Ia rela membopong para lansia agar bisa ikut vaksinasi ketika Covid-19 melanda. Bahkan ia dan keluarganya juga pernah terpapar Covid -19 setelah menolong masyarakat. Tapi, ia tetap semangat menebarkan kebaikan.

Menurutnya, profesi sebagai anggota Polri bisa menjadi jalan menuju surga. Namun semua tugas harus dilakukan dengan ikhlas, terutama melayani masyarakat.

"Berilah pengabdian terbaik untuk masyarakat. Lakukan dengan ikhlas dan jadikan pengabdian sebagai jalan menuju surga. Insya Allah selama dinas tidak terbebani karena obsesi kita akhirat," tutupnya.

Terpisah, Kapolres Natuna, AKBP Iwan Ariyandhi mengatakan, seluruh Bhabinkamtibmas dan anggota polri bisa mengikuti serta berinovasi seperti Brigadir Polisi Mudiyanto. Menurutnya, slogan Presisi bukan hanya ucapan belaka melainkan harus dibuktikan dalam menjalankan tugas.

Lanjutnya, polisi harus bisa menjadi solusi permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat dan mampu membangun ikatan emosional dengan masyarakat. Anggota Polri juga harus menjunjung sikap humanis, inspiratif, dan mengedepankan integritas yang tinggi.

"Apa yang dilakukan Brigadir Mudiyanto bisa menjadi contoh bagi setiap anggota polisi. Selain itu juga bisa jadi solusi permasalahan. Kita harus bersifat objektif, terbuka dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta integritas dalam hal pemecahan masalah maupun penegakan hukum," ucapnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement