Share

Arab Saudi Terus Pantau Medsos, Tangkap Warganet yang 'Bandel' Kritik Kerajaan dan Pemerintah

Susi Susanti, Okezone · Rabu 19 Oktober 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 19 18 2690092 arab-saudi-terus-pantau-medsos-tangkap-warganet-yang-bandel-kritik-kerajaan-dan-pemerintah-rY80MCMuK4.jpg Seorang warga AS dihukum penjara selama 16 tahun di Arab Saudi karena mengkritik kerajaan lewat media sosial (Foto: Ibrahim Almadi)

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi dilaporkan terus mengeluarkan serangkaian hukuman ekstrem kepada orang-orang atas apa yang mereka katakan di media sosial (medsos), terutama yang terkait dengan kritikan terhadap kerajaan dan pemerintahan.

Yang terbaru adalah hukuman yang dijatuhkan kepada seorang warga negara Amerika Serikat (AS) Saad Ibrahim Almadi, 72. Saad dijatuhi a hukuman penjara 16 tahun karena menulis cuitan di Twitter yang mengkritik pemerintah.

Informasi itu diungkapkan sang anak, Ibrahim Almadi kepada BBC. Saad, yang juga memiliki kewarganegaraan Saudi, ditangkap pada November tahun lalu, setelah dia melakukan perjalanan dari Florida ke Riyadh untuk menemui keluarganya.

Baca juga: Arab Saudi Penjarakan Warga AS Selama 16 Tahun Usai Cuit Kritikan ke Kerajaan

Dia juga mengkritik apa yang dia lihat sebagai kurangnya tindakan atas kasus ayahnya oleh pemerintah AS. Dia mengatakan bahwa hanya dua pertemuan yang dilakukan dengan ayahnya oleh pejabat AS di Arab Saudi selama penahanannya. Pertemuan pertama terjadi saat enam bulan penuh setelah dia ditangkap.

Baca juga: Telepon Presiden Ukraina, Pangeran Arab Saudi Janji Mediasi dan Bantuan Kemanusiaan Rp6 Triliun 

Ibrahim juga menuding upayanya menghubungi Gedung Putih secara langsung telah ditolak mentah-mentah.

Dia pertama kali mengungkapkan kisah ayahnya kepada BBC ketika Presiden AS Joe Biden melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Juli lalu. Kunjungan itu menegaskan bahwa penguasa de facto Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah disambut kembali ke dalam jajaran para pemimpin dunia, hampir empat tahun setelah pembunuhan Jamal Khashoggi menodai citranya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Kala itu, Ibrahim tidak mengumumkan nama Saad atau rincian kasusnya saat itu. Tapi sekarang dia telah memutuskan untuk melakukannya.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia yakin ada standar ganda di Arab Saudi, dengan mengatakan AS akan mengambil tindakan tegas jika seorang warganya ditahan di Rusia atau Iran.

"Tetapi jika Anda ditahan di Arab Saudi, satu barel minyak lebih berharga dari Anda, habibi," katanya.

Sebelum Saad, ada beberapa kasus yang serupa. Yakni Nourah al-Qatani, seorang ibu dari lima anak. Dia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara atas tuduhan "menggunakan internet untuk menghancurkan tatanan sosial negara" atas tweet anonim yang dia posting.

Lalu, Salma al-Shehab, ibu dari dua anak yang belajar di Universitas Leeds di Inggris, ditangkap saat sedang berlibur di Arab Saudi. Dia dinyatakan bersalah karena "memberikan bantuan kepada mereka yang berusaha mengganggu ketertiban umum" dan menerbitkan "rumor palsu", yang menjadi tuduhan lainnya.

Shehab awalnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Di tingkat banding, hukuman itu dinaikkan menjadi 34 tahun.

Ibrahim mengatakan banding dimungkinkan dalam kasus ayahnya, tetapi contoh Shehab membuatnya takut apa yang mungkin terjadi. "Hal-hal mungkin hanya menjadi lebih buruk," katanya.

Sementara itu, seorang pengamat Saudi dan penasihat pemerintah, Ali Shihabi, menanggapi dengan mengatakan bahwa hukuman seperti itu "sangat disayangkan" dan "semoga bisa diubah seiring waktu".

Dia mengatakan kerajaan sedang mengalami "transisi yang rumit" karena memaksakan perubahan pada masyarakat yang sangat terpolarisasi.

"Ini adalah proses yang sangat tidak sempurna dan penjangkauan kejaksaan/peradilan sedang terjadi. Kesalahan langkah (tujuan bunuh diri) seperti itu harus diimbangi secara adil dengan ketakutan pejabat alternatif, yaitu perselisihan sipil,” terangnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini