Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemilu 2024, Kapolda Jabar Intruksikan Intelkam Deteksi Gangguan Kamtibmas

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2022 |04:01 WIB
Pemilu 2024, Kapolda Jabar Intruksikan Intelkam Deteksi Gangguan Kamtibmas
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana mengintruksikan seluruh jajaran Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) meningkatkan deteksi dn cegah dini dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Intruksi tersebut mengemuka dalam kegiatan Rapat Penyusunan Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2024 yang dihadiri sekitar 600 personel Intelkam Polda Jabar di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, Rabu (19/10/2022).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait evaluasi kinerja Polri, menyikapi dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ke depan, serta arahan terkait peningkatan mutu intelijen dan PNBP.

Kegiatan juga menjadi sarana evaluasi dan rencana program kegiatan dalam penyusunan target PNBP dari Surat keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan senjata api (senpi)/bahan peledak (handak) serta rencana kegiatan teknis fungsi intelkam untuk meningkatkan kemampuan petugas SKCK serta menidakan pungutan liar dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Irien Pol Suntana menegaskan, tugas intelijen sejatinya adalah pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Lewat pulbaket, intelijen harus dapat mendeteksi aksi dan melakukan pencegahan dini serta mengumpulkan bahan keterangan untuk dianalisa dan diprediksi hingga menjadi rekomendasi kepada pimpinan.

Irjen Pol Suntana memastikan bahwa jajaran Ditintelkam Poldan Jabar telah melakukan berbagai upaya maksimal dan langkah proaktif guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, pelaksanaan penegakan hukum secara transparan dan akuntabel, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan fungsi intelejen secara profesional.

"Dalam menjalankan perannya di bidang early warning (peringatan dini) dan early detection (deteksi dini) dalam mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, insan Intelijen harus bisa mendeteksi aksi dan cegah dini serta mereduksi dengan cara giat intelijen penggalangan dan kontra," tegas Irjen Pol Suntana.

Irjen Pol Suntana bahkan menyebut bahwa jajaran Ditintelkam menjadi ujung tombak penanganan permasalahan gangguan kamtibmas pada tataran preemtif, sehingga mampu mendukung fungsi kepolisian lainnya dalam tugas preventif dan represif. Dalam kaitannya dengan deteksi dan cegah dini, Irjen Pol Suntana menyebut, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, SKCK dan surat izin keramaian menjadi sangat sensitif.

"SKCK dan surat keramaian sangat sensitif. Menjelang tahun politik, para caleg akan mengajukan SKCK. Kita harus berani menulis di SKCK apabila pemohon pernah melakukan tindak pidana," tegasnya.

Lebih lanjut Irien Pol Suntana mengatakan, sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran kepolisian, termasuk Ditintelkam Polda Jabar harus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Terlebih, berdasarkan data, kepercayaan masyarakat kepada Polri kini menurun drastis.

"Fungsi pelayanan, khususnya unit identifikasi reserse, apabila ada pemohon SKCK telah melakukan sidik jari jangan disuruh untuk melakukan sidik jari lagi dan jangan sampai dipungut biaya yang sangat mahal," tegasnya seraya meminta para Kapolsek hingga Kasat Intelkam selalu hati-hati dalam menerbitkan surat izin keramaian.

Terakhir, Irjen Pol Suntana meminta jajaran Ditintelkam Polda Jabar tetap semangat dalam menjalan tugas. Dia pun mengingatkan agar jajaran Ditintelkam Polda Jabar menghindari pungutan liar (pungli) dan jangan sampai mendapatkan rejeki dari cara-cara yang bermasalah.

"Terkait rezeki, orang intelijen harus mendapatkan lebih dari bisnis, bukan dari rezeki yang bermasalah. Jangan sampai memakan hak orang lain, cukupi kebutuhan di rumah dengan cara yang baik dan jadilah imam yang baik, syukuri nikmat, serta perbaiki gaya hidup. Jadilah pelayanan masyarakat yang baik, tetap humanis, profesional. Hindari pelanggaran pungli, narkoba, judi," tandasnya.

Diketahui, kegiatan yang juga dihadiri Waka Polda Jabar, Brigjen Pol Bariza Sulfi bersama para Pejabat Utama Polda Jabar serta Direktur Intelkam Polda Jabar, Kombes Pol Ruslan Ependi itu juga menjadi momentum Peringatan Hari Santri 2022.

Dalam Peringatan Hari Santri 2022 yang mengusung tema "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan" tersebut, seluruh peserta kegiatan yang hadir mengikuti Salawat Bait Al-Fiyah yang dilantunkan oleh Tim Nadhom Polda Jabar.

Caption: Kapolda Jabar mengintruksikan seluruh jajaran Ditintelkam Polda Jabar untuk meningkatkan deteksi dan cegah dini gangguan kamtibmas jelang Pemilu 2024.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement