Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pimpin Apel Hari Santri Nasional, Gus Yahya : Jangan Menuntut Balas Jasa

Muhammad Farhan , Jurnalis-Sabtu, 22 Oktober 2022 |06:48 WIB
Pimpin Apel Hari Santri Nasional, Gus Yahya : Jangan Menuntut Balas Jasa
Ketum PBNU, Gus Yahya (foto: dok TVNU)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf memimpin langsung apel hari santri nasional, Sabtu (22/10/2022) mulai pukul 06.50 hingga 07.30 WIB.

Apel yang diselenggarakan di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, ikut dimeriahkan di 528 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan melibatkan setengah juta santri pesantren.

 BACA JUGA:Hari Santri, Gus Yahya: Momentum Mengenang Jasa Perjuangan Pahlawan

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya ini pun menyampaikan penetapan Hari Santri Nasional berdasarkan Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad yang diabadikan sebagai penghormatan jasa para ulama. Akan tetapi Gus Yahya menuturkan, Hari Santri Nasional bukan dirayakan sebagai bentuk untuk menuntut balas jasa negara kepada Nahdlatul Ulama.

"Hari Santri tidak boleh dijadikan alasan oleh kelompok mana pun pada generasi saat ini untuk menuntut balas jasa, tidak oleh Nahdlatul Ulama ataupun pesantren. Kenapa? Karena yang berjasa mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia bukan generasi masa kini, bukan kita, melainkan para pahlawan agung dari Generasi 1945 lalu," terang Gus Yahya saat berpidato dalam apel tersebut.

 BACA JUGA:Dipusatkan di Ponpes Tebuireng, Apel Hari Santri Besok Akan Diikuti Setengah Juta Santri

Gus Yahya juga menjelaskan, penetapan hari santri nasional merupakan apresiasi Pemerintah yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. Namun, ia mengatakan seperti Hari Nasional lainnya, Hari Santri adalah peringatan jasa dan keteladanan bagi para pahlawan secara umum.

"Hari Santri Nasional dirayakan sebagai momentum mengenang kepahlawanan segenap-bangsa indonesia, bukan hanya satu kelompok tertentu saja; Hari Santri harus benar-benar dipahami, dihayati, dan ditegakkan sebagai HARINYA SELURUH BANGSA INDONESIA TANPA TERKECUALI," tegas Gus Yahya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement