SOSOK Nambi menjadi orang di balik layar berdirinya Kerajaan Majapahit. Dialah yang dikirimkan Arya Wiraraja, Bupati Madura yang dulunya menjadi salah satu pejabat istana di Singasari. Kedekatannya dengan Raden Wijaya membuat Arya Wiraraja turut membantu perjuangan Raden Wijaya, salah satunya dengan membuka Hutan Tarik, di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Mojokerto saat ini, yang konon menjadi cikal bakal permukiman bernama Majapahit.
Saat Raden Wijaya menyerang Kadiri pada 1293, Nambi ikut berjasa membunuh salah seorang pengikut Jayakatwang yang bernama Kebo Rubuh. Sebagaimana dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, ada dua versi mengenai asal usul Nambi.
Nambi ada yang menceritakan adalah putra Arya Wiraraja, bupati di Madura. Namun, pada Kidung Harsa Wijaya dan Kidung Sorandaka mengisahkan Nambi adalah putra Pranaraja. Sejarawan pun masih terjadi perbedaan apakah Nambi anak dari Arya Wiraraja atau justru putra Pranaraja.
Namun, terlepas dari perdebatan asal usul Nambi, dia memiliki kedekatan dengan Arya Wiraraja dan Raden Wijaya. Pada berbagai medan peperangan, Nambi diceritakan memiliki kecerdikan administrasi dan kecerdasan intelektual, sehingga pada Majapahit berdiri ia dipercaya menjadi seorang Mahapatih pertama kerajaan ini.
Konon pengangkatan sebagai Mahapatih Majapahit inilah membuat saudaranya Ranggalawe tak setuju. Ranggalawe menginginkan agar Lembu Sora, yang merupakan paman dari pihak ibu menjadi patih, karena dinilai punya keberanian.
Akibat kebijakan ini, Majapahit mengalami perang saudara pertamanya. Ranggalawe gugur dalam pertempuran yang terjadi di Sungai Tambak Beras Jombang.
Di pemerintahan Majapahit sendiri, Nambi adalah seorang pendukung setia Wangsa Rajasa, sehingga ketika Prabu Jayanagara naik tahta dan menyingkirkan Tribhuwana Tunggadewi, Nambi-lah yang berada di garda terdepan untuk menentangnya. Hal inilah yang membuat hubungan kedua petinggi Majapahit menjadi renggang dan kemudian dimanfaatkan oleh seseorang tokoh bernama Mahapati.