Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Adik Brigadir J Menangis Ceritakan Tak Boleh Gendong Abangnya saat Masih di RS Polri

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |14:07 WIB
Adik Brigadir J Menangis Ceritakan Tak Boleh Gendong Abangnya saat Masih di RS Polri
Brigadir J/ Foto: Medsos
A
A
A

JAKARTA - Adik Brigadir J, Bripda Maha Reza Hutabarat menangis sedih saat memberikan kesaksiannya di persidangan dugaan kasus pembunuhan kakaknya itu di PN Jakarta Salatan, Selasa (25/10/2022). Apalagi, saat dia bercerita dilarang untuk menggendong jenazah kakaknya untuk terakhir kalinya.

 BACA JUGA:Miris! Pengakuan Orangtua Rantai Balita: Kesal dan Ingin Beri Efek Jera

"Saat (jenazah Brigadir J) mau dipindah ke peti juga dibilang, 'sudah kamu tunggu sini saja, biarkan itu selesaikan sendiri', saya izin saya mau gendong abang saya terakhir kali, saya lalu ditarik pak AKBP Hendri, 'sudah sabar'," ujar Maha Reza sambil menangis sedih di persidangan, Selasa (25/10/2022).

Sebelumnya, majelis hakim bertanya pada Maha Reza tentang reaksinya saat menerima informasi kematian kakaknya itu. Dia hanya menjawab siap-siap saja saat diberitahu oleh polisi berpangkat jenderal tentang kematian kakaknya itu.

 BACA JUGA:Duh! 2 Oknum PNS Kemenkop UKM Perkosa Tenaga Honorer, Disanksi Jadi Sopir

Siangkat cerita, dia pun berangkat ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur ditemani AKPB Hendri. Dia lalu menunggu di rumah sanit tersebut terjait pengurusan jenazah kakaknya itu dan ada beberapa surat yang memang perlu ditandatangani.

"Setengah empat subuh dokter keluar bertemu saya, dokter tanya 'bapak adik almarahum yah?', iya dok, dokter beritahu autopsi selesai 20 menit lalu, setelah autopsi pembersihan luka karena ada beberapa lubang tembakan, begitu dokter bilang, ada Kombes menghentikan, 'cukup dok', lalu dokternya ditarik keluar," tuturnya.

Dia menerangkan, dia meminta izin pada dokter untuk mengambil pakaian kakaknya itu, hanya saja si Kombes tersebut melarangnya dan menyuruh dia menunggu saja. Bahkan, dia juga sempat ngotot meminta izin mengingat dia adik almarhum, tapi tetap dia dilarang oleh polisi berpangkat Kombes tersebut.

"Mau tak mau ikuti perintah juga saya tunggu di luar. Saya gak boleh masuk (sampai jenazah dimasukan ke peti)," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement