Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

8 Balita Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, RSHS Minta Kemenkes Sediakan Obat dari Singapura

Ervand David , Jurnalis-Kamis, 27 Oktober 2022 |11:23 WIB
8 Balita Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, RSHS Minta Kemenkes Sediakan Obat dari Singapura
RSHS Bandung (Foto MPI)
A
A
A

BANDUNG - Delapan balita meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal akut, pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung, sedang mengajukan obat antidotum fomepizole injeksi untuk pengobatan pasien gagal ginjal akut progresif atipikal dari Singapura kepada Kementerian Kesehatan. Hingga saat ini obat antidotum fomepizole belum tersedia di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung.

Sebanyak 12 balita dirawat di RSUP Hasan Sadikin Bandung akibat gagal ginjal akut. Dari 12 pasien, pihak RS mengkonfirmasi ada delapan anak meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Meski demikian, hingga saat ini tersisa satu pasien yang masih dirawat.

Selain itu, pihak RS juga terus berusaha untuk mengajukan distribusi obat antidotum fomepizole injeksi untuk pengobatan pasien gagal ginjal akut progresif atipikal dari Singapura kepada Kementerian Kesehatan. Hal ini guna mengurangi resiko kematian balita setelah terjangkit penyakit gagal ginjal akut.

"Saat ini obat antidotum fomepizole belum tersedia di RSHS Bandung," kata Plt Dirut RSHS Bandung, dr Yana Akhmad

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 41 kasus gagal ginjal akut ditemukan di Jawa Barat.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement