Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Port Royal, Pelabuhan Paling Eksotik di Jamaika yang Dulunya Dikuasai Bajak Laut

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 05 November 2022 |05:00 WIB
Port Royal, Pelabuhan Paling Eksotik di Jamaika yang Dulunya Dikuasai Bajak Laut
Port Royal/Foto: BBC
A
A
A

JAKARTA - Pagi di tanggal 20 Januari 2020 menjadi sebuah peristiwa yang tidak pernah dibayangkan masyarakat Jamaika sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, sebuah kapal pesiar bersandar di Port Royal yang bersejarah.

Sebuah dermaga apung baru diperluas untuk menyambut sekitar 2.000 pengunjung yang tersenyum saat menjejakkan kaki di pulau itu.

 BACA JUGA:Survei LSN : Elektabilitas Partai Perindo Capai 4,1%

Sebagaiman dilansir dari BBC, Jumat (4/11/2022), Itu adalah peristiwa yang membanggakan bagi penduduk Kota Kingston. Peristiwa itu sebenarnya lama didambakan, tapi tak pernah terwujud karena konflik politik.

Kedatangan kapal pesiar itu juga menandai babak baru yang cerah untuk Port Royal, sebuah sejarah yang dikenal banyak orang Jamaika tetapi jarang dibicarakan di luar pantainya.

 BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Pasar Galala, 16 Ruko Ludes Dilalap Api

Port Royal sekarang menjadi kampung nelayan yang tenang di ujung lahan sepanjang 29 kilometer yang membentang dari Kingston. Namun pada akhir abad ke-17 reputasinya begitu buruk sehingga dianggap sebagai tempat paling kejam di muka bumi.

Dikendalikan Spanyol selama lebih dari 150 tahun karena lokasinya yang strategis, pada tahun 1655 Jamaika diserang pasukan Inggris. Secara tiba-tiba peralihan kepemilikan yang menguntungkan Inggris terjadi.

Namun karena tenaga kerja Inggris terbatas untuk melindungi pulau itu, gubernur jenderal saat itu, Edward D'Oyley, akhirnya merekrut bajak laut dan prajurit bayaran.

Situasi itu, ditambah dengan keuntungan dari perdagangan budak, gula dan kayu gelondongan, membuat Port Royal berubah menjadi tempat alkohol, uang, dan seks. Bahkan, seperempat dari seluruh bangunan di tempat ini adalah bar dan rumah bordil.

Kawasan ini dengan cepat berkembang menjadi lahan basah bergelimang uang. Kerakusan bajak laut dan pesta pora menjadi legenda tempat ini.

Ketenaran Port Royal akhirnya mengundang pelaut terkenal zaman itu untuk berlabuh, salah satunya Kapten Henry Morgan. Mereka menyerang dan menjarah pelabuhan Spanyol yang tidak dipertahankan dengan baik di wilayah itu.

Setelah menjarah, para pelaut dengan cepat menghabiskan keuntungan mereka lewat gaya hidup hedonistik yang absurd.

"Para bajak laut ini bebas melakukan yang mereka suka karena mereka dianggap membela kepentingan Jamaika. Pihak berwenang tidak punya pilihan selain membiarkan mereka," kata sejarawan lokal, Peter Gordon.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement