MENTAWAI - Satu unit kapal nelayan dihantam gelombang di perairan, Desa Betu Monga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dalam kecelakaan itu dua orang selamat dan satu orang hilang diduga terbawa gelombang.
Kepala Basarnas Mentawai Akmal, informasi tentang kapal nelayan tenggelam diperoleh Basarnas Mentawai baru pada 3 November 2022 dari Serka Jefri Bhabinsa Sikakap sekira pukul 20.30 WIB.
BACA JUGA:Reuni Aksi 411 Dihadiri Ribuan Orang, Habib Rizieq Ikut Gabung?
“Pada Jumat dan mempersiapkan pencarian untuk mencari satu ABK kapal nelayan yang masih hilang,” katanya, Jumat (4/11/2022).
Lanjut Akmal, setelah Basarnas melakukan permintaan keterangan warga, bahwa kejadian itu berawal pada Selasa (1/11/2022) kapal nelayan ABK 3 orang berangkat dari pelabuhan Pasapuat, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara menuju perairan antara pulau Sipora dan pulau Pagai Utara untuk memancing.
BACA JUGA:Rusia dan Ukraina Kembali Bertukar 214 Tawanan
“Korban berangkat sekitar 10.00 WIB rencananya korban pergi pagi pulang sore dengan membawa perbekalan cukup untuk 1 hari,” terangnya.
Pukul 13.00 WIB kapal mengalami kerusakan mati mesin di lokasi memancing, lalu korban berusaha memperbaiki mesin kapal yang rusak tersebut, tiba-tiba tali jangkar putus. Kapal nelayan tersebut dihantam ombak, lalu ABK di atas kapal tersebut berinisiatif berenang menuju pantai terdekat menggunakan tutup fiber.
“Saat berusaha menuju pulau terdekat, cuaca yang buruk dan angin kencang membawa korban ke laut lepas sampai Rabu, keesokan harinya Kamis 3 November 2022 pukul 05.30 WIB korban melihat pulau terdekat dan korban berusaha berenang menuju bibir pantai,” ujarnya.
Saat hampir mendekati bibir pantai ternyata ombaknya besar dan salah satu korban bernama Jones (28) berenang duluan menuju pantai, ternyata korban digulung ombak.
“Karena korban Muliadi sakit lalu korban Yoandes melanjutkan berenang ke bibir pantai untuk menyelamatkan Muliadi dan setibanya di pantai korban Yoandes menemukan tutup fiber yang digunakan oleh Jones untuk berenang setelah itu Yoandes melihat orang tergulung ombak sejauh 20 meter dari bibir pantai. Sehingga Jones belum ditemukan sampai saat ini, lalu dilaporkan ke Babinsa Sikakap,” katanya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.