UVALDE - Seorang hakim pengadilan distrik Texas di Uvalde telah menyegel laporan otopsi dari korban yang meninggal dalam penembakan massal di Sekolah Dasar (SD) Robb pada Mei lalu.
Hakim Camile Dubose dari Pengadilan Distrik ke-38 pada Jumat (4/11/2022) memerintahkan catatan itu disegel dan diberikan kepada jaksa wilayah setempat untuk tujuan membantu penyelidikan dan kemungkinan penuntutan yang terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung.
Dalam mosi untuk menyegel catatan, jaksa berpendapat otopsi dapat mengungkapkan informasi yang perlu disimpan pihak berwenang sampai penyelidikan atas penembakan itu selesai.
Baca juga: 3 Tragedi Berdarah di Luar Negeri yang Memakan Korban Jiwa WNI, Termasuk Pesta Halloween di Itaewon
"Jenis, jumlah, dan cara cedera yang ditimbulkan dalam kasus ini mencakup informasi penting untuk penyelidikan, penangkapan, dan kemungkinan penuntutan individu yang mungkin bertanggung jawab secara pidana," bunyi mosi tersebut, dikutip CNN.
Baca juga: Imbas Penembakan Massal di SD Texas, Seluruh Kepolisian Uvalde Texas Ditangguhkan
Tidak jelas berapa lama catatan itu akan tetap disegel, dengan mosi menambahkan bahwa mereka akan disembunyikan dari inspeksi publik sampai perintah lebih lanjut dari pengadilan ini.
Keputusan itu diambil enam bulan setelah seorang pria bersenjata menyerbu ke sekolah dan menewaskan 19 anak dan dua guru di dalam dua ruang kelas yang bersebelahan. Menurut pihak berwenang, petugas polisi dari seluruh negara bagian tiba di sekolah dalam beberapa menit, tetapi pria bersenjata itu tetap berada di ruang kelas selama 77 menit sebelum unit taktis akhirnya memaksa masuk dan membunuhnya.
Pejabat negara telah berulang kali salah menyatakan garis waktu dan tindakan dari 376 personel penegak hukum yang tiba di tempat kejadian, dan Wali Kota Uvalde menuduh Departemen Keamanan Publik Texas ‘menutupi’ insiden itu.
Roland Gutierrez, seorang senator negara bagian yang distriknya termasuk Uvalde, mengatakan saat konferensi pers pada Senin (7/11/2022) bahwa keluarga yang terkena dampak penembakan massal harus memiliki akses ke catatan otopsi dan membuka segel laporan sangat penting untuk transparansi dalam penyelidikan salah satu penembakan sekolah terburuk di sejarah AS.
Dia menyuarakan frustrasi dan kemarahan kerabat para korban yang telah melihat tanggapan yang gagal oleh penegak hukum pada saat penembakan terjadi. Dia juga menyerukan lebih banyak keterbukaan ketika lembaga menyelidiki apa yang salah pada 24 Mei.
"Hal terpenting tentang otopsi ini adalah untuk melihat anak-anak mana yang masih hidup dan berapa lama mereka hidup,” terang anggota Demokrat ini.
Masih belum jelas apakah beberapa dari mereka yang meninggal mungkin selamat jika mereka mendapatkan perawatan medis segera.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.