Kedua, pejuang yang gugur dalam perang kemerdekaan patut disebut sebagai syuhada. Terakhir, Indonesia yang memihak penjajah dipandang sebagai pemecah belah persatuan nasional dan harus dihukum mati. Dengan adanya resolusi itu, banyak pemuda Indonesia yang semangatnya terbakar dan semakin giat mempertahankan kemerdekaan, termasuk dalam pertempuran Surabaya.
Semangat pemuda dan masyarakat Surabaya sempat luntur ketika pihak sekutu (militer Inggris) melakukan ultimatum. Hal itu diputuskan lantaran pemimpin tertinggi militer Inggris, Jenderal Mallaby, ditemukan terbunuh. Di tengah kebingunan dan keputusasaan rakyat Surabaya itu, Bung Tomo hadir sebagi motor penggerak dan pemantik api semangat untuk tidak menyerah.
Sesaat sebelum menyampaikan pidatonya yang sangat menggebu-gebu itu, Bung Tomo rupanya sempat meminta izin dengan mengunjungi KH Hasyim Asyari. Bung Tomo memohon izin untuk menyebarluaskan resolusi jihad melalui siaran radio. Pidato tersebutlah yang kemudian menjadi momen legendaris dan tercatat selamanya dalam sejarah panjang bangsa Indonesia.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.