"Walaupun pecahan tulang manusia termasuk benda-benda yang dikubur bersama orang mati, ada pula yang disimpan di dalam rumah, dikubur di bawah lantai dan bahkan dipajang," kata Profesor Joanna Brück.
Reka ulang rumah zaman neolitik di sekitar Stonehenge untuk mengungkap bagaimana para pembuat monumen batu itu hidup 4.500 tahun lampau.
"Ini menunjukkan bahwa masyarakat pada Zaman Perunggu tidak melihat sisa-sisa jasad manusia dengan rasa ngeri atau jijik, yang kemungkinan dirasakan oleh orang-orang pada saat ini."
Para peneliti mengatakan bahwa temuan itu mengungkapkan adanya sisa-sisa jasad manusia disimpan dan diedarkan di kalangan orang-orang tertentu.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.