Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Ribuan Elemen Suporter dan Masyarakat Malang Doa Bersama

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |02:44 WIB
40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Ribuan Elemen Suporter dan Masyarakat Malang Doa Bersama
Doa bersama 40 hari Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Avirista Midaada)
A
A
A

MALANG - Ribuan Aremania, sejumlah perwakilan suporter, dan masyarakat melakukan doa bersama di peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan Malang. Doa bersama difokuskan di halaman Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Rabu (9/11/2022) malam.

Terlihat juga hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), suporter lain seperti Bonek, The Jakmania, Panser Biru, Laskar Joko Tingkir Lamongan, hingga Ultras Mania Gresik. Tak ketinggalan pemain Arema FC lengkap dengan staf kepelatihan juga turut serta di acara ini.

Para elemen suporter, pemain Arema FC, staf kepelatihan bergabung berbaur dengan ribuan masyarakat. Terlihat suasana haru dan syahdu saat doa bersama dilakukan. Tak sedikit air mata yang keluar dari mereka mengenang peristiwa tragis di Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Pelatih Arema FC Javier Roca menuturkan, anak asuhnya selalu berkomitmen bersama korban dengan mendoakan mereka. Ia berharap, para korban tersebut damai di sisi Sang Pencipta.

"Setiap ada kegiatan apapun, kita selalu mendoakan Aremania yang menjadi korban. Semoga damai di sisi-Nya," kata Roca di sela-sela doa bersama.

Bahkan pelatih asal Cile ini mengaku sebelum berdoa di halaman bersama Aremania dan elemen suporter, para pemainnya menyempatkan diri untuk berdoa di depan pintu 13 Stadion Kanjuruhan. Pada pintu 13 itu, merupakan tempat dimana paling banyak korban meninggal dunia para malam tragedi itu.

 Baca juga: Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Polisikan PSSI hingga Mantan Kapolres Malang, Dugaan Pembunuhan Berencana

Media Officer Arema FC Sudarmaji mengatakan, di kesempatan itu seluruh pemain Singo Edan, manajemen, ofisial tim termasuk karyawan Arema FC mengikuti doa bersama untuk memberikan doa terbaik kepada korban tragedi Kanjuruhan.

"Kami ingin mengirimkan doa terbaik untuk para korban," kata Sudarmaji.

Sebagai informasi, babak baru tragedi Kanjuruhan Malang muncul setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memutuskan mengembalikan berkas perkara dari penyidik Polda Jawa Timur. Kejati menilai berkas yang disampaikan belum lengkap dan dinyatakan P-18, sehingga harus dikembalikan atau P-19. 

Proses autopsi pun telah dilakukan sebagaimana rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Autopsi dilakukan ke dua korban yakni Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (14), yang merupakan kakak beradik, sepanjang Sabtu pekan lalu (5/11/2022). Keduanya warga RT 1 RW Demangjaya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, yang dimakamkan di TPU Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement