TANGERANG - Puluhan keluarga dari korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Sir SJ182 mengamuk di kantor Sriwijaya Air Tower di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (11/11/2022) pagi.
Pasalnya, sudah setahun berlalu sejak jatuhnya SJ182, namun para keluarga korban belum mendapatkan dana santunan sebesar Rp1,5 miliar yang dijanjikan dari pihak manajemen maskapai Sriwijaya.
BACA JUGA:Polda Jawa Timur Fokus Dalami Gangguan Kejiwaan Pemeran Kebaya Merah
Sejumlah keluarga yang datang dari berbagai daerah seperti Pontianak, Ende, hingga Flores juga mempertanyakan kejelasan kepada pihak manajemen yang selama ini tidak pernah memberikan informasi yang jelas kepada para keluarga korban.
Salah satu pihak keluarga korban, Slamet Bowo Santoso asal Pontianak mengatakan, dirinya hingga saat ini belum mendapatkan santunan yang dijanjikan sebesar Rp1,5 miliar dari maskapai Sriwijaya Air sesuai Undang-Undang penerbangan tanpa harus menandatangani RND.
BACA JUGA:Dua Tahun Santunan Rp1,5 Miliar Tak Dibayarkan, Keluarga Korban Tagih Janji Sriwijaya Air
Para keluarga korban menuntut hak tersebut sesuai rekomendasi Komisi V DPR RI agar dana santunan tersebut bisa dititipkan ke pengadilan atau pihak ketiga seperti perbankan.
Pihaknya menegaskan agar Sriwijaya Air bertanggung jawab penuh atas keperluan keluarga korban sampai kasus SJ 182 benar-benar selesai.
"Kami minta sesuai rekomendasi Komisi V DPR RI bahwa pencairan dana Rp1,5 miliar itu tidak perlu menandatangani RND. Kami minta santunan tanpa RND. Sampai di kantor Sriwijaya ini kami malah dihadapkan pada lawyer," kata Slamet Wibbowo.
Tak hanya itu pihak keluarga korban juga menggugat Boeing Company Amerika yang tidak mengganti spoiler atau bagian sayap SJ182 sejak 2012 sehingga diduga terjadi insiden tersebut.
Sementara itu, pihak maskapai Sriwijaya enggan memberikan keterangan kepada pihak media terkait dana santunan yang belum mereka berikan kepada para keluarga korban SJ182.
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh diperairan Kepulauan Seribu dalam kecelakaan yang menewaskan 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 awak. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta tujuan Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.