Share

Blogger Thailand Terancam Dipenjara Gara-Gara Video Makan Sup Kelelawar

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 12 November 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 12 18 2706074 blogger-thailand-terancam-dipenjara-gara-gara-video-makan-sup-kelelawar-d9Pmz4Klr6.jpg Foto: Twitter/@SchengenStory.

BANGKOK - Seorang blogger makanan dari Thailand kemungkinan menghadapi hukuman penjara setelah video yang diunggah di kanal YouTube-nya menunjukkan dia memakan sup kelelawar, demikian dilaporkan media lokal.

Dalam klip berdurasi 1 menit-40 detik, berbicara dalam dialek lokal, blogger Phonchanok Srisunaklua konon mengoceh tentang betapa lezatnya kelelawar, membandingkannya dengan "makan daging tikus". Wanita itu juga terlihat mengangkat kelelawar utuh di depan kamera dan diduga berkata, "ini (keleawar) memiliki gigi."

Video itu juga menunjukkan Phonchanok mengunyah tulang kelelawar, yang dia celupkan ke dalam saus pedas yang disebut Nim Jam, mengatakan "tulangnya sangat lembut."

Pemirsa yang marah segera membanjiri bagian komentar video itu dengan kritik. Mereka menuding Phonchanok dapat memulai pandemi baru dengan menyantap kelelawar dan mengatakan bahwa si vlogger sedang “mencari perhatian” dengan video tersebut.

"Jika Anda akan mati, matilah sendiri. Tidak ada yang akan menyalahkan Anda. Tetapi Anda akan terkutuk jika Anda memulai pandemi," tulis salah seorang pemirsa, sebagaimana dilansir Sputnik.

“Anda menempatkan diri Anda dalam risiko. Jika Anda sakit jangan repot-repot membebani dokter dan perawat.”

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Seorang profesor di Fakultas Kedokteran di Universitas Chulalongkorn, Teerawat Hemajuta, dikutip sebagai peringatan untuk tidak memegang atau memakan kelelawar yang dimasak sekalipun, menunjukkan bahwa organ, darah, dan bahkan bulu hewan tersebut dapat mengandung patogen parah yang dapat membuat seseorang sakit parah.

Isu kelelawar dan keterkaitannya dengan asal-usul Covid-19 telah menjadi kontroversi sejak awal pandemi. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) percaya virus Covid-19 berevolusi pada kelelawar sebelum ditularkan ke manusia.

Pada musim semi 2021, WHO mengeluarkan laporan lengkap tentang asal-usul virus corona, yang menyatakan bahwa kebocoran dari laboratorium tidak mungkin terjadi. Di seluruh komunitas ilmiah, baik "pasien nol" Covid-19 maupun "kelelawar yang bersalah" tidak dilacak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini