Share

Kecelakaan Maut Tewaskan 49 Orang, Pejabat Kereta Api Diganjar Hukuman Penjara 9 Tahun

Susi Susanti, Okezone · Minggu 13 November 2022 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 18 2706646 kecelakaan-maut-tewaskan-49-orang-pejabat-kereta-api-diganjar-hukuman-penjara-9-tahun-5Usx3Lq8xC.jpg Kecelakaan kereta api di Taiwan (Foto: Reuters/Antara)

BEIJING - Seorang pejabat Administrator Kereta Api Taiwan (TRA) diganjar hukuman penjara selama hampir sembilan tahun atas kelalaiannya yang menyebabkan kecelakaan kereta api hingga menewaskan 49 orang penumpang.

Pengadilan Distrik Hualien, pada Jumat (11/11/2022), menjatuhkan vonis penjara selama delapan tahun dan 10 bulan kepada pejabat TRA Pan Tangyi yang bertanggung jawab sebagai supervisor proyek di sekitar lokasi kecelakaan KA Taroko Express jurusan Taipei-Taitung.

Baca juga: Dua Kereta Batu Bara 'Adu Banteng' di Stasiun Rengas, Polisi Koordinasi dengan KAI 

Dikutip Antara, pengadilan mengungkapkan bahwa kecelakaan yang terjadi pada 2 April 2022 tersebut akibat truk katrol terjatuh dari tebing jurang hingga menutup jalur kereta api di depan terowongan di Kabupaten Hualien.

Baca juga: Tragis! Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api di Way Kanan   

 Menurut putusan pengadilan dikutip Kantor Berita Taiwan CNA, Sabtu (12/11/2022), selain Pan, Manajer lapangan Lee Yi Hsiang juga dihukum tujuh tahun dan 10 bulan penjara akibat kelalaiannya dalam peristiwa maut tersebut.

Pan dituduh lalai karena tidak meminta kontraktor proyek melakukan tindakan penyelamatan di lokasi. Sedangkan Lee tidak berusaha memberi tahu kepada pihak TRA sebelum kecelakaan maut terjadi.

Lee berusaha menarik truk katrol yang tersangkut di semak-semak perbukitan dengan menggunakan tali tambang.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Namun tali tersebut terputus hingga truk terjatuh dan terjun dari lereng bukit ke jalur kereta api di bawahnya.

Masinis kereta nahas tersebut sama sekali tidak melihat ada truk saat kereta keluar dari terowongan sehingga kecelakaan maut tidak bisa dihindarkan.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak putusan pengadilan tersebut karena dianggap terlalu ringan dibandingkan dengan jumlah korban tewas yang mencapai 49 orang.

Menteri Transportasi Taiwan Wang Kwo Tsai menghormati putusan pengadilan. Dia menegaskan, peningkatan keselamatan harus menjadi prioritas utama TRA.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini