Isby mengatakan, Afghanistan adalah tempat yang sulit "dari sudut pandang objektif"; ini adalah negara yang kompleks, dengan infrastruktur buruk, pembangunan terbatas, dan terkurung oleh daratan.
"Namun kekuatan-kekuatan 'Para Penguasa', baik itu Uni Soviet, Inggris, atau Amerika, tak mampu menunjukkan fleksibilitas saat menghadapi Afghanistan.
"Mereka ingin dan harus melakukan semuanya dengan cara mereka, tanpa mau memahami kompleksitas negara tersebut," tambahnya.
Afghanistan juga sering kali dikatakan "tak mungkin ditaklukkan", ini adalah pernyataan yang salah. Persia, Mongolia, dan Alexander Agung sudah pernah melakukannya di masa silam.
Namun satu yang pasti, perjuangan menginvasi Afghanistan harus dibayar mahal oleh mereka yang mencobanya. Tiga kekuatan besar terakhir terbukti telah gagal melakukannya.
(Qur'anul Hidayat)