YERUSALEM - Israel tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan eksternal atas pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, kata Menteri Pertahanan Benny Gantz, Senin, (14/11/2022).
Media melaporkan bahwa Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) telah meluncurkan penyelidikan atas pembunuhan reporter Palestina-Amerika, yang ditembak saat meliput serangan Israel di kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada Mei. Shireen Abu Akleh mengenakan rompi pers pelindung dan helm pada saat itu.
"Keputusan Kementerian Kehakiman AS untuk menyelidiki kematian Shireen Abu Akleh yang malang adalah kesalahan serius," kata Gantz dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
Departemen Kehakiman AS dan FBI menolak mengomentari laporan tersebut.
Keadaan pembunuhan Abu Akleh masih diperdebatkan.
Pada September, militer Israel mengatakan bahwa Abu Akleh kemungkinan ditembak secara tidak sengaja oleh seorang tentara Israel tetapi bisa juga terkena tembakan Palestina.
Pejabat Palestina dan keluarga Abu Akleh mengatakan mereka yakin dia dibunuh dengan sengaja oleh pasukan Israel dan telah menolak pernyataan Israel bahwa ada militan di sekitar tempat dia berdiri.
Laporan saksi lain dari insiden tersebut membantah bahwa posisi Israel berada di bawah tembakan dari daerah di mana Abu Akleh berdiri ketika dia dibunuh.
Salah satu wajah yang paling dikenal yang melaporkan konflik Israel-Palestina selama dua dekade, kematian Abu Akleh memicu kemarahan di seluruh dunia, terutama setelah polisi memukuli pelayat di pemakamannya di Yerusalem.
"Sudah enam bulan keluarga saya dan saya mengadvokasi akuntabilitas dan keadilan," kata keponakannya Lareen Abu Akleh dalam video yang diposting di Twitter pada 11 November. "Kami terus mengejar semua kemungkinan jalan untuk akuntabilitas dan kami memiliki harapan bahwa suatu hari kita akan melihat keadilan bagi Shireen."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.