Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Sejarah Ancol yang Berawal dari Kunjungan Soekarno ke Disneyland

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Selasa, 15 November 2022 |11:42 WIB
Kisah Sejarah Ancol yang Berawal dari Kunjungan Soekarno ke Disneyland
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Kisah sejarah Ancol yang berawal dari kunjungan Soekarno ke Disneyland memang menarik untuk dibahas. Jika bertandang ke Jakarta, Ancol menjadi salah satu kawasan wisata yang tak boleh terlewatkan.

Sejak awal abad ke-17 Kawasan Ancol telah dilirik oleh Gubernur Hindia Belanda - Adriaan Valckenier, sebagai salah satu destinasi wisata menarik yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Sehubungan dengan fokus Pemerintah yang saat itu masih tertuju pada Perang Kemerdekaan, maka pengembangan potensi wisata Ancol terabaikan.

Lalu, isah sejarah Ancol yang berawal dari kunjungan Soekarno ke Disneyland yakni pada tahun 1956 tepatnya pada 4 Juni, Soekarno beserta rombongan berkunjung ke beberapa tempat hiburan dalam lawatan tiga pekan di Amerika Serikat, salah satunya Disneyland, Hollywood.

Dalam lawatan itu, ia diketahui mengendarai Dumbo, salah satu wahana paling menarik di Disneyland bersama sang anak, Guntur Soekarnoputra. Bapak Proklamator itu pun diketahui sangat menikmati dan menunjukkan antusiasmenya.

Setibanya di Indonesia, Soekarno pun berkeinginan memiliki tempat hiburan selayaknya Disneyland. Saat ada usulan kawasan Ancol dijadikan kawasan industri, ia justru menolak dan menjadikan kawasan rawa serta bersemak belukar itu sebagai tempat hiburan.

Alhasil, Pengembangan proyek Ancol terus berjalan hingga tahun 1966 dan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta - Ali Sadikin. Seluruh pengerjaan seluruh proyek Ancol beralih kepada Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PT Pembangunan Jaya.

Pada 19 Oktober 1966, dalam kapasitasnya sebagai BPP Proyek Ancol, PT Pembangunan Jaya berperan dalam mempersiapkan seluruh tahapan perencanaan proyek mulai dari penyiapan konsep pengembangan, strategi, master plan hingga kegiatan pembangunan lainnya, termasuk strategi pemasaran.

Seiring berjalannya waktu, BPP Proyek Ancol mulai melakukan pembenahan secara internal menyusul perubahan status badan hukumnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol (“Ancol”) melalui Akta Perubahan No. 33 tanggal 10 Juli 1992.

Menyusul pembenahan tersebut, sebanyak 80% kepemilikan saham Jaya Ancol dikuasai oleh Pemda DKI Jakarta dan sebesar 20% sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya.

Kini, kawasan Ancol terus dikembangkan demi terciptanya pariwisata yang indah dan menyenangkan. Saat ini, selain terdapat pantai, kawasan Ancol juga menyuguhkan kolam raksasa atau yang dikenal dengan Seaworld, taman bermain atau yang dikenal dengan Dunia Fantasi (Dufan), wahana air atau Atlantis, dan masih banyak lagi.

Adapun wahana yang tersedia di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, antara lain:

-Pantai dan Taman

-Dunia Fantasi (Dufan)

 -Atlantis Water Adventure (AWA)

-Ocean Dream Samudra (Samudra)

Samudra menjadi edutainment theme park konservasi alam yang akan memberikan pengalaman bagi para pengunjung untuk mengenal lebih dekat aneka satwa, seperti lumba-lumba, anjing laut, paus putih, dan sinema 4D.

-Sea World

Sea World adalah akuarium bawah air pertama di Indonesia, para pengunjung akan mendapat pengalaman melihat berbagai hewan laut di dalamnya.

-Gondola (Kereta Gantung)

Gondola menjadi alat transportasi berupa kereta gantung yang menghubungkan tempat wisata satu dengan yang lainnya. Berada di ketinggian 21 meter di atas permukaan laut, perjalanan Gondola akan memakan waktu 20 menit.

-Putri Duyung Cottages

Selain tempat rekreasi, Ancol juga menyediakan penginapan tepi pantai dengan 133 kamar.

 (RIN)

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement