TIDAK hanya membicarakan ekonomi, forum G20 juga membahas mengenai berbagai faktor penunjang ekonomi yang berdampak langsung pada kemajuan ekonomi dunia.
Lantas, apa saja isu-isu sentral yang pernah dibahas dalam G20? Berikut informasinya:
1. Tantangan Ekonomi Global (G20 Rusia 2013)
Rusia menjadi tuan rumah penyelenggara G20 tahun 2013, tepatnya di Kota Saint Petersburg. Dalam G20 Rusia, salah satu isu penting yang dibahas adalah mengenai tantangan ekonomi global.
Tantangan ekonomi global yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi lemah, sementara angka pengangguran tetap tinggi, teruama terjadi di kalangan kaum muda.
Selain itu, ada pula isu terkait tingkat investasi swasta yang tidak mencukupi banyak negara. Sebagian besar diakibatkan oleh ketidakpastian pasar.
Demi mengatasi tantangan tersebut, maka dibuatlah Rencana Aksi St Petersburg. Tujuan utamanya adalah guna memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, seimbang, dan berkelanjutan.
Baca juga: Tak Akui Rusia, Zelensky Sebut G20 Jadi G19
Di samping itu, fokus lain yang juga disinggung dalam G20 2013 adalah menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
2. Bangun Ketahanan Ekonomi Dunia (G20 Australia 2014)
Selanjutnya, ada Australia yang juga pernah menjadi Presidensi G20 tahun 2014. Diadakan di Brisbane, G20 kala itu fokus membahas pembangunan ketahanan ekonomi dunia.
G20 harus menjadi program kerja untuk mengatur ekonomi global dan mengatasi risiko keuangan. Melalui informasi yang terdapat dalam ‘G20 2014: Overview of Australia’s Presidency’, disebutkan bahwa langkah-langkah yang bisa digunakan untuk membangun ketahanan ekonomi dunia adalah reformasi pada sistem keuangan global, memperkuat sistem pajak, reformasi institusi global, dan memperkuat ketahanan pasar energi.
3. Melawan Terorisme (G20 Jerman 2017)
Salah satu rencana aksi dan fokus utama dalam G20 di Jerman tahun 2017 adalah melawan terorisme. Para pemimpin negara anggota G20 mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di seluruh dunia.
Karenanya, keinginan kuat untuk melawan terorisme digalang oleh para pemimpin G20, termasuk bidang pendanaan. Negara anggota juga akan memfasilitasi pertukaran informasi yang cepat dan terarah, antara intelijen, penegak hukum, dan otoritas yudisial.
Kerja sama yang lebih kuat dan masif diserukan kepada badan-badan perbatasan agar mampu mendeteksi perjalanan dan tujuan teroris. Tak lupa, negara anggota juga fokus menyoroti dukungan yang diberikan kepada para korban aksi teroris dan akan bekerja sama lebih baik lagi demi tujuan tersebut.
4. Pemberdayaan Perempuan (G20 Jepang 2019)
Pemberdayaan perempuan merupakan isu sentral yang menjadi bahasan pada G20 tahun 2019 di Osaka, Jepang. Isu ini turut dibahas lantaran dianggap sebagai salah satu indikator penting guna mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif.
Negara-negara anggota G20 berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan gender sebesar 25% pada tahun 2025 perihal angkatan kerja. Beberapa isu lain yang juga dibahas adalah meningkatkan kualitas pekerjaan perempuan, menekan kesenjangan upah gender, dan melindungi perempuan dari segala bentuk diskriminasi berbasis gender.
Selain itu, pendidikan dianggap sebagai kunci mewujudkan pemberdayaan perempuan. Oleh karenanya, pendidikan bagi perempuan menjadi lini penting yang wajib diperhatikan negara.
*diolah dari berbagai sumber
Ajeng Wirachmi-Litbang MPI
(Qur'anul Hidayat)