Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Fotografer yang Belum Diketahui Publik: Prabowo Jaga Adab Hindari Karpet Merah untuk Pemimpin G20

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 17 November 2022 |12:54 WIB
Cerita Fotografer yang Belum Diketahui Publik: Prabowo Jaga Adab Hindari Karpet Merah untuk Pemimpin G20
Prabowo Subianto/ tim media prabowo
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menjadi salah satu menteri yang mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima beberapa pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali.

(Baca juga: Blusukan dengan Jurnalis Asing, Jokowi: Going To The Market Like This, Made Me Understand)

Namun ada cerita menarik soal Ketua Umum Partai Gerindra itu yang sengaja menghindari atau mengambil jarak agar tidak menapak karpet merah yang khusus kepala negara atau kepala pemerintahan saat gelaran G20 Bali.

Cerita ini disampaikan fotografer Prabowo, Bachren Lukskardinul, dalam akun Instagramnya. Ada dua foto Prabowo yang diunggah Bachren.

Foto pertama memperlihatkan Prabowo Subianto mengenakan setelan jas abu-abu berjalan di luar karpet merah yang telah disiapkan.

Sedangkan foto kedua, mantan Danjen Kopassus itu terlihat berjalan di belakang Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menapak karpet merah. Prabowo terlihat tersenyum sembari berjalan di lantai tak beralas karpet merah.

"Salah satunya mungkin yang luput dari sorotan mata banyak orang dan media adalah momen di saat Prabowo berjalan tidak di atas karpet merah," kata dia dalam keterangan foto.

Bachren mengatakan karpet merah memang diperuntukkan bagi para presiden dunia atau kepala pemerintahan. Dulu, katanya, karpet merah biasa disiapkan untuk para raja-raja.

Menurut dia, ada pelajaran yang bisa dipetik dari momen Prabowo menghindari menapak karpet merah.

Prabowo, kata dia, bukan presiden dan Prabowo yang sadar atas kapasitasnya memilih mengedepankan sopan santun dalam hal berjalan di acara pemimpin-pemimpin dunia.

"Sekali lagi kita belajar adab dari Prabowo. Beliau bukan presiden. Beliau bukan pemimpin tertinggi negara. Beliau sangat sadar akan kapasitasnya. Sopan santun atau adab, tidak hanya dipertontonkan melalui tutur kata, tetapi juga melalui sikap. Tidak hanya di depan banyak orang, tetapi juga jika tidak diperhatikan banyak orang," kata Bachren.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement