Share

Jangan Biarkan Putin Menang, NATO: Membela Ukraina Adalah Membela Demokrasi

Susi Susanti, Okezone · Selasa 22 November 2022 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 18 2712257 jangan-biarkan-putin-menang-nato-membela-ukraina-adalah-membela-demokrasi-ofgZqAJMzz.jpg Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: AP)

MADRID - Sekretaris Jeneral (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg meminta para anggota NATO meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina, demi memastikan hasil terbaik bagi negara itu sebagai "negara yang berdaulat, independen dan demokratis di Eropa."

"Kita harus menyadari bahwa perang ini, kemungkinan besar, akan berakhir pada satu titik di meja perundingan. Tapi kita juga tahu bahwa hasil dari perundingan itu sangat bergantung pada kekuatan di medan perang," terangnya  dalam pertemuan Majelis Parlementer NATO di Madrid pada Senin (21/11/2022), dikutip VOA.

Baca juga: NATO Sebut Serangan Rudal yang Tewaskan 2 Orang di Polandia Kemungkinan Berasal dari Ukraina

Ia mengatakan aliansi itu harus menginvestasikan lebih banyak dana ke pertahanan Ukraina.

Baca juga: Eskalasi Militer Rusia Bikin Geram Dunia, NATO: Putin Gagal di Perang Ukraina

"Kita harus ingat bahwa harga yang kita bayarkan diukur dengan uang; dan harga yang Ukraina bayar diukur dengan nyawa, darah, setiap hari, dan sudah jadi kewajiban kita untuk mendukung mereka," ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Ia mengatakan bahwa membela Ukraina adalah membela demokrasi. "Apabila kita biarkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menang, kita semua harus membayar harga yang lebih mahal lagi. Rezim otoriter di seluruh dunia akan mengetahui bahwa mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dengan kasar," ujarnya.

Stoltenberg mengatakan bahwa pada akhir tahun, NATO tercatat menghabiskan USD350 miliar (Rp5.502 trliun) lebih banyak untuk pertahanan sejak 2014. Dia menegaskan NATO harus memperkuat infrastruktur militernya di Eropa dan memfinalisasi masuknya Finlandia dan Swedia ke dalam aliansi itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini