JAKARTA - Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengaku kesulitan untuk mengungkap misteri tewasnya satu keluarga di dalam rumah daerah Kalideres, Jakarta Barat. Polisi menjelaskan sejumlah permasalahan sehingga kasus ini sulit terbongkar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, sejumlah hal yang menyebabkan sulitnya kasus tersingkap. Bahkan pihaknya juga melibatkan profesi-profesi lain dalam kasus ini dan masih belum mendapatkan kesimpulan.
Dia merinci sejumlah kendala yang dialami penyidik dan tim ahli lainnya. Pertama, sulitnya tim patologi anatomi untuk mencari penyebab kematian terhadap para mayat tersebut.
"Kemudian yang kedua terkait dengan posisi daripada jenazah, yang dua ini sudah terjadi mumifikasi. Jadi dokter-dokter sedang bekerja keras saat ini untuk mencari petunjuk sebab-sebab kematian," kata Hengki dalam keterangannya, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA:Polisi Sebut 2 Mayat di Kalideres Telah Alami Mumifikasi
Kemudian tempat kejadian perkara (TKP) atau rumah ditemukannya satu keluarga tewas di Kalideres sudah tidak steril. Saat penyidik melakukan olah TKP, lokasi penemuan mayat telah ditaburi dengan kopi oleh warga sekitar.
"Ternyata ini TKP sudah kurang steril, mengapa kurang steril? Karena warga yang niatnya mau membantu, langsung disiram kopi," kata kata Hengki.
Dia mengatakan, dengan tidak sterilnya TKP tersebut mengganggu proses olah TKP yang dilakukan penyidik dan dokter forensik.
BACA JUGA:Polisi Sesalkan Warga Taburi Mayat Sekeluarga di Kalideres dengan Kopi, TKP Jadi Tak Steril
"Ini agak kacau, mungkin kemaren kedokteran forensik melihat, ini menggangu karena banyaknya kopi yang disebar," katanya.