Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelayaran 150 Tahun Lalu, Menelusuri Samudra hingga Temukan Ribuan Spesies Baru

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 23 November 2022 |06:10 WIB
Pelayaran 150 Tahun Lalu, Menelusuri Samudra hingga Temukan Ribuan Spesies Baru
Ilustrasi (Foto: Getty Images/BBC Indonesia)
A
A
A

Challenger angkat sauh pada Desember 1872 dari Portsmouth, pada sebuah musim dingin Inggris yang sangat dingin. Kapal itu menuju selatan ke arah Portugal, di mana ahli kimia John Buchanan mengklaim bahwa kapal tersebut telah memulai bidang sains yang sama sekali baru.

"Buchanan mengatakan dalam tulisannya nantinya, 'ilmu oseanografi lahir di laut', dengan tanggal dan garis lintang dan bujur, saat Challenger melakukan pengerukan yang sangat dalam di lepas pantai Portugal," kata Hardy.

Challenger dipimpin oleh kapten angkatan laut George Nares dan kepala ilmuwan Charles Wyville Thomson, yang kemudian diberi gelar kebangsawanan karena pekerjaannya dalam ekspedisi itu.

Thomson-lah yang telah membujuk Angkatan Laut Kerajaan untuk meminjamkan HMS Lightning dan Porcupine untuk operasi pengerukan sebelumnya di laut dalam di lepas pantai Norwegia.

Munculnya crinoid membuat Thomson bersemangat. Begitu pula keragaman hewan lain dari laut yang sangat dalam. Thomson ingin tahu apa yang mungkin ditemukan dalam perjalanan yang lebih lama dan lebih ambisius di tempat-tempat yang jauh di seluruh dunia.

Kapal itu membawa tim yang terdiri dari lima ilmuwan, seorang prosector (yang memotong tubuh untuk dibedah) dan seorang seniman, bersama dengan 21 perwira angkatan laut dan 216 awak.

"Sungguh menakjubkan membayangkan bahwa semua orang ini terikat selama tiga setengah tahun perjalanan berlayar di seluruh dunia," kata Judith Wolf, ilmuwan di National Oceanography Center Liverpool yang juga anggota Challenger Society.

Challenger diisi dengan peralatan untuk peran barunya, dari toples spesimen kaca dan pengawet alkohol hingga barometer, peralatan pengerukan, termometer air, dan wadah khusus untuk mengambil hewan dan puing dari dasar laut untuk dibawa kembali ke permukaan.

"Semua ilmuwan sudah di kapal, sibuk menyimpan peralatan mereka," tulis asisten pramugara Joe Matkin kepada sepupunya tidak lama sebelum pelayaran dimulai. "Ada ribuan botol kecil kedap udara, dan kotak kecil seukuran kotak Valentine yang dikemas dalam tangki besi untuk menyimpan spesimen, serangga, kupu-kupu, lumut, tanaman, dll. Ada ruang foto di dek utama, juga ruang bedah untuk beruang, paus, dll."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement