Perjalanan panjang Challenger tidak seberapa jika dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun semua yang mereka temukan.
Perlu 23 tahun untuk menyelesaikannya. Charles Wyville Thomson meninggal beberapa tahun setelah perjalanan, tampaknya karena kelelahan berurusan dengan para penerbit.
"Laporannya berkembang menjadi 50 volume," kata Wolf. "Dan setiap jilidnya setebal Alkitab."
Ribuan spesimen yang diawetkan oleh Challenger masih ada, sebagian besar disimpan di Museum Sejarah Alam London, dan sebagaian lain disimpan dalam arsip institusi di seluruh dunia.
Ada dorongan baru untuk menyelidikinya, untuk memberikan informasi baru dan penting bagi para ilmuwan saat ini, kata Mills.
Meningkatnya jumlah karbondioksida di atmosfer akibat aktivitas manusia, sedikit demi sedikit menyebabkan lautan menjadi lebih asam. Sampel hewan dari pelayaran itu masih digunakan untuk memahami bagaimana lautan berubah sejak saat itu.
"Jika Anda mempelajari kerang tertentu, dan Anda akan tahu bahwa cangkangnya menjadi lebih tipis karena meningkatnya keasaman laut. Kami punya catatan ukuran kerang itu 150 tahun yang lalu, berkat Challenger," kata Mills.
Perlu diingat juga bahwa saat Challenger mengarungi samudra di dunia, tidak ada plastik. Ribuan hewan yang dikumpulkan kru, dan setiap sampel air yang diambil, bebas dari partikel plastik.
Selama 150 tahun setelah berlayar, kerja keras Challenger membuka mata kita untuk melihat bagaimana samudra berubah, jauh di luar pandangan kita.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.