Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelayaran 150 Tahun Lalu, Menelusuri Samudra hingga Temukan Ribuan Spesies Baru

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 23 November 2022 |06:10 WIB
Pelayaran 150 Tahun Lalu, Menelusuri Samudra hingga Temukan Ribuan Spesies Baru
Ilustrasi (Foto: Getty Images/BBC Indonesia)
A
A
A

"Tapi salah satu kunci utamanya adalah mereka mengklaim sebagai pihak yang memulai oseanografi, jadi semua orang percaya," kata Hardy.

"Ahli kelautan Amerika, Matthew Maury adalah orang pertama yang menggunakan istilah oseanografi dalam bahasa Inggris. Dan yang penting tentang dia adalah bahwa dia benar-benar melihat lautan sebagai sistem yang perlu dipelajari bersama. Itulah yang kita pikirkan tentang oseanografi, kan? Bukan tempat tertentu, tapi sebuah pendekatan."

Rozwadowski mengatakan bahwa temuan Challenger menjadi lebih penting hanya karena kita sekarang memahami dampak aktivitas manusia terhadap lautan.

"Menurut saya, perjalanan Challenger adalah puncak dari teknologi, pengorganisiran, dan pertanyaan tentang alam selama puluhan tahun," kata dia. Menurutnya, laporan ilmiah yang muncul dari perjalanan itu kemudian menjadi "dasar untuk ilmu oseanografi modern".

Ketika Challenger dipilih oleh angkatan laut untuk ekspedisi, usianya sudah lebih dari satu dekade, setelah menjalani karir yang solid namun biasa-biasa saja. Bukan perang, tapi ilmu pengetahuanlah yang membuat namanya tetap hidup.

"Senjata diturunkan dari kapal, tapi pelayaran tetap dilakukan di bawah bendera angkatan laut," kata Mills. "Mereka sangat yakin tidak akan diserang, dan bisa mendarat di seluruh dunia, di pelabuhan mana pun yang mereka pilih."

Perjalanan Challenger keliling dunia akan berlangsung selama 1.250 hari. Di abad 21 pun itu akan sulit, apalagi di tahun 1870-an. Meskipun ada mesin uap kecil, mesin ini lebih sering dipakai untuk menggerakkan platform pengerukan atau untuk menjaga kapal agar tidak hanyut saat sedang mengukur kedalaman. Sebagian besar perjalanan epik kapal itu dilakukan dengan layar.

Mills memiliki pengalaman pelayaran oseanografi. Pada 1990-an, di awal karirnya, dia ikut serta dalam ekspedisi ke Atlantik Tengah dengan kapal ilmiah Rusia. Meskipun bedanya 120 tahun, ada beberapa kesamaan. "Kehidupan di kapal Rusia terkadang tidak nyaman," katanya. "Memang tidak ada yang terkena penyakit kudis, tapi makanan kami bukanlah makanan yang seimbang."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement