Setelah zaman eksplorasi dan kolonisasi Eropa yang penuh kekerasan, perhatian mulai beralih pada apa yang ada di bawah permukaan laut. Upaya awal ini bersifat sporadis, dan hanya menjelajahi sebagian kecil lautan pada waktu tertentu.
Baru pada tahun 1760-an ada misi oseanografi khusus pertama, yaitu ekspedisi Denmark ke laut di sekitar Mesir di Semenanjung Arab yang mengumpulkan spesimen dengan jaring dan peralatan pengerukan sederhana.
Pada abad ke-19 barulah oseanografi bisa disebut memasuki usia dewasa. Ekspedisi yang lebih kecil dan tidak ambisius dalam beberapa dekade sebelum tahun 1870-an berperan penting dalam pelayaran Challenger, kata Helen Rozwadowski, pendiri program studi maritim di University of Connecticut. Perlahan tapi pasti, ekspedisi kecil itu menjadi pondasi untuk eksplorasi seambisius Challenger.
"Anda tidak begitu saja melakukan perjalanan pelayaran selama tiga setengah tahun," kata Helen. "Ada dua hal yang mendahuluinya, salah satunya adalah pekerjaan hidrografi yang dilakukan ahli hidrografi Inggris dan Amerika."
AS membuka jalan dalam riset laut dalam sampai tahun 1860-an. Setelah itu Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang tidak lagi harus berperang di Crimea, mengisi kekosongan ketika AS jatuh ke dalam perang saudara.
Memahami lebih banyak tentang topografi lautan menjadi lebih mendesak ketika telegraf makin meluas, kata Rozwadowski. Satu-satunya cara telegraf dapat menghubungkan Amerika Utara dengan Inggris, misalnya, adalah melalui kabel yang diletakkan di sepanjang dasar laut.
"Sebenarnya ada dua pelayaran sebelum Challenger, pertama, HMS Lightning dan kemudian HMS Porcupine. Pelayaran itu diatur antara Royal Society dan Angkatan Laut, dan semula Challenger juga akan seperti itu karena isinya orang-orang yang sama. Lightning dan Porcupine dikirim untuk melihat apakah pemeruman (pengukuran kedalaman laut) dan pengerukan bisa dilakukan untuk melihat apa yang mungkin ditemukan."
Setelah dua misi eksplorasi ini tercapai, misi Challenger disetujui oleh pemerintah Inggris pada tahun 1870. Angkatan Laut Kerajaan diminta untuk menyediakan kapal. Sama seperti perlombaan luar angkasa seabad kemudian, salah satu alasan ekspedisi tersebut dilakuan adalah karena kebanggaan nasional, kata Penelope Hardy, profesor sejarah di Universitas Wisconsin La Crosse.
"Mereka juga merespons misi Skandinavia yang menemukan crinoid hidup-hidup, padahal makhluk ini sebelumnya hanya dikenal sebagai fosil. Salah satu alasan mengapa Challenger terlihat begitu inovatif adalah karena misi ini mencapai titik di mana teknologi memungkinkan mereka untuk menyelam lebih dalam daripada yang pernah dilakukan siapa pun sebelumnya.