Share

Ketika Kapten Timnas Iran Cerita Tentang Kondisi Negaranya di Piala Dunia 2022, Klaim Rakyat Tidak Bahagia

Susi Susanti, Okezone · Rabu 23 November 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713164 ketika-kapten-timnas-iran-cerita-tentang-kondisi-negaranya-di-piala-dunia-2022-klaim-rakyat-tidak-bahagia-bf9XtwFVky.jpg Protes nasional Iran tewaskan 300 orang (Foto: Antara/West Asia News Agency via Reuters)

QATAR - Kapten Timnas Iran, Ehsan Hajsafi berbicara tentang situasi di negaranya sebelum melakukan laga pertamanya melawan timnas Inggris di Piala Dunia 2022.

Protes anti-pemerintah yang penuh kericuhan di Iran, telah ditanggapi dengan tindakan kekerasan dalam beberapa bulan terakhir.

Berbicara kepada pendukungnya pada Minggu (20/11/2022) di Qatar, pria berusia 32 tahun ini mengatakan timnya "mendukung" mereka yang telah meninggal akibat kejadian itu.

 Baca juga: 300 Orang Meninggal dalam Protes Nasional, PBB Sebut Situasi di Iran Kritis

"Kami harus menerima bahwa kondisi di negara kami tidak baik-baik saja, dan rakyat kami tidak bahagia," katanya, dikutip BBC.

 Baca juga: Prihatin Soal Protes Iran, UNICEF: Kematian Anak-Anak Harus Dihentikan

Kalangan aktivis hak asasi manusia (HAM) mengatakan, lebih dari 400 pengunjuk rasa meninggal, dan 16.800 lainnya ditangkap dalam demonstrasi oleh pasukan keamanan.

Para pemimpin Iran mengatakan, protes-protes tersebut adalah "kerusuhan" yang dimainkan oleh pihak-pihak musuh asing negara itu.

"Sebelumnya, saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada semua keluarga yang berduka di Iran," ungkap kapten yang berperan sebagai pemain bertahan di awal konferensi pers.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Mereka harus tahu bahwa kami bersama mereka, kami mendukung mereka, dan kami bersimpati terhadap mereka,” lanjutnya.

"Kami tidak bisa menyangkal kondisinya - kondisi di negara saya tidak baik, dan para pemain juga mengetahui hal ini ," tambah bek sayap dari klub AEK Athens ini juga.

"Kami di sini, tapi bukan berarti kami tidak boleh menjadi suara mereka, atau kami tidak boleh menghormati mereka,” ujarnya.

"Apa pun yang kami miliki, ini berasal dari mereka. Kami harus berjuang, kami harus tampil sebaik yang kami bisa dan mencetak gol, serta mempersembahkannya kepada rakyat Iran yang pemberani dengan hasilnya,” ungkapnya.

"Dan, saya berharap bahwa situasinya berubah menjadi harapan orang-orang,” terangnya.

Menjelang turnamen ini terdapat seruan agar Iran dikeluarkan dari Piala Dunia. Para aktivis melansir seruan ini terjadi karena dugaan militer Iran yang mendukung invasi Rusia terhadap Ukraina, dan isu HAM, termasuk bagaimana negara ini memperlakukan perempuan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini