JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah saat ini fokus mengutamakan evakuasi korban, baik korban luka maupun yang meninggal, serta perbaikan infrastruktur vital yang terputus akibat reruntuhan.
“Mudah-mudahan masih ada yang bisa diselamatkan. Dan untuk infrastruktur vital sudah beberapa kita selesaikan terutama jalur nasional, kemudian jalur kabupaten dan jembatan yang terputus juga sudah ditangani oleh Kementerian PUPR,” kata Muhadjir dalam keterangannya, Rabu (23/11/2022).
BACA JUGA:30 Pesantren Rusak Akibat Gempa Cianjur, Wapres: Saya Minta Diinventarisasi
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini terus dilakukan pencarian di 4 (empat) titik yang diperkirakan masih ada korban yang tertimbun, yakni di Kp. Cugenang, Rawa Cina Desa Nagrak, Salakawung Desa Sarampat, dan Warung Sate Sinta. Lokasi ini termasuk wilayah terdampak terberat, banyak bangunan runtuh.
"Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pencarian, karena titik evakuasi masih bisa dijangkau. Hanya memang titik evakuasi cukup luas dan dalam sehingga membutuhkan waktu dalam proses pencariannya. Jika menggunakan alat berat dikhawatirkan akan mengenai korban,” ungkapnya.
BACA JUGA:Detik-Detik Bocah 5 Tahun Selamat dari Reruntuhan Akibat Gempa Cianjur, Kedua Orangtuanya Meninggal
Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Sementara, agar penanganan dampak gempa Cianjur lebih efektif, kegiatan tanggap tanggap bencana dengan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara simultan. Menko PMK menyatakan, pemerintah terus melakukan pendataan rumah yang terdampak rusak ringan, sedang hingga berat.