Share

Soroti Ambulans Berbayar, Ridwan Kamil: Biaya Medis Korban Gempa Cianjur Ditanggung Pemerintah!

Agung Bakti Sarasa, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 525 2713592 soroti-ambulans-berbayar-ridwan-kamil-biaya-medis-korban-gempa-cianjur-ditanggung-pemerintah-IErjPfNKZ1.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Dok Okezone)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan, seluruh biaya medis korban gempa di Kabupaten Cianjur ditanggung pemerintah. Kang Emil, sapaan akrabnya, menegaskan hal itu menyusul beredarnya kabar yang menyebutkan keluarga korban gempa Cianjur menanggung biaya ambulans.

"Semua tagihan digratiskan. Tagihan ke Pemprov. Ada terjadi ekses yang ditagih Rp5 juta, Rp4 juta, Rp6 juta. Korban sudah susah, hartanya terpendam di rumah yang roboh," ujar Ridwan Kamil, Rabu (23/11/2022).

Menurut Kang Emil, persoalan penagihan biaya ambulans tersebut kini sudah diselesaikan. Ia memastikan, semua asosiasi rumah sakit sudah dikoordinasikan mengenai biaya penanganan korban bencana ini.

"Sekarang sudah clear karena semua asosiasi rumah sakit sudah dirapatkan. Ada Pak Menkes sebagai saksi, tidak boleh menangih ke korban, mau ambulans mau apa, tagihnya ke pemerintah," tegasnya.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, hingga kini, Pemprov Jabar telah menggelontorkan dana Rp2 miliar untuk membeli berbagai kebutuhan di pengungsian.

 BACA JUGA:Berikan Tausiyah di Lombok Timur, TGB Ajak Warga Doakan Korban Gempa Cianjur

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kang Emil telah menginstruksikan OPD Pemprov Jabar untuk menjadi bapak atau ibu asuh setiap kecamatan yang terdampak. Setiap kecamatan akan didampingi dua OPD Pemprov Jabar.

"Dipimpin para kepala dinas untuk bertanggung jawab mengurus semua urusan kebutuhan warga di kecamatan tersampak yang jumlahnya 12 kecamatan. Pak Sekda sudah atur, itu cara kongkret kita," ujarnya.

Kang Emil mengaku sudah turun melakukan penyisiran ke wilayah-wilayah terdampak gempa. "Kemarin saya pribadi naik motor ke tenda-tenda. Tenda pengungsian terbagi dua, ada yang inisiatif warga, ada yang di pusat-pusat pengungsian skala besar. Tapi tidak semua warga ingin ke skala besar, jadi ada dinamika itu," ujar Kang Emil.

Kang Emil mengatakan, masih ada korban yang dinyatakan hilang sehingga jumlah korban jiwa berpotensi masih terus bertambah.

Saat turun ke lapangan, Kang Emil menemukan banyak kisah terjadi di wilayah terdampak gempa, mulai dari anak 6 tahun yang ditemukan selamat setelah terjebak reruntuhan selama tiga hari hingga ibu hamil yang melahirkan di pengungsian.

"Kemudian, gempa menurut BMKG masih akan berlangsung sampai besok. Mudah-mudahan betul sehingga Jumat bisa disampaikan bahwa menurut BMKG potensi gempa akan hilang. Sehingga warga bisa tenang untuk kembali membersihkan atau mengatur hidup kembali di rumah masing-masing," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini