Share

Rumah Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun Ditemukan di Afrika Selatan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 25 November 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2714048 rumah-manusia-purba-berusia-2-juta-tahun-ditemukan-di-afrika-selatan-ldelOZTq10.JPG Rumah manusia purba berusia 2 juta tahun ditemukan/Foto: BBC

JAKARTA - Sejumlah arkeolog mengatakan tempat hunian di Gua Wonderwerk di Gurun Kalahari, Afrika Selatan, adalah rumah bagi manusia purba dua juta tahun lalu, menjadikannya "rumah tertua dalam sejarah manusia".

Dalam artikel ilmiah di Quaternary Science Reviews, tim dari Universitas Toronto, Kanada, dan Universitas Hebrew di Yerusalem, menentukan umur tempat hunian dengan menguji sedimen di dalam gua.

 BACA JUGA:5 Fakta Prada Indra Wijaya, Prajurit Elite TNI AU yang Kematiannya Disebut Mirip Brigadir J

Penulis utama di jurnal tersebut, Profesor Ron Shaar, menjelaskan menentukan umur hunian di dalam gua adalah kerja paling menantang tim arkeolog ini.

Solusinya, kata Shaar, tim menganalisis lapisan sedimen setebal 2,5 meter yang mengandung alat-alat batu, sisa-sisa binatang, dan jejak-jejak api dengan menggunakan dua metode: paleomagnetisme dan burial dating.

 BACA JUGA:Jadi Misteri Selama 300 Tahun, Peneliti Jawab Teka-Teki Seputar Kematian Raja Swedia Charles XII

"Kami secara hati-hati mengambil ratusan sampel sedimen yang berukuran sangat kecil dari dinding gua dan mengukur sinyal magnetiknya," papar Shaar dilansir dari BBC, Kamis (24/11/2022).

Magnetisasi terjadi ketika partikel-partikel tanah liat memasuki gua dari luar, jatuh di lantai gua, dan karenanya mengabadikan arah medan magnet ketika itu.

"Analisis laboratorium kami menunjukkan beberapa sampel termagnetisasi ke selatan, bukan ke utara, yang merupakan arah medan magnet dewasa ini," kata Shaar.

Shaar menjelaskan penanggalan perubahan arah medan magnet sudah diakui secara global. "Ini memberi petunjuk tentang usia keseluruhan sekuens lapisan di gua," imbuhnya.

Anggota tim Profesor Ari Matmon menggunakan metode penanggalan kedua untuk mengetahui kapan manusia pertama kali memasuki dan tinggal di gua ini.

"Partikel-partikel kuarsa pada pasir memiliki jam geologis yang mulai berdetik ketika masuk ke dalam gua. Di laboratorium, kami bisa mengukur konsentrasi isotop-isotop spesifik dan menyimpulkan sudah seberapa lama waktu berlalu sejak butir-butir pasir memasuki gua," jelas Matmon.

Analisi memperlihatkan beberapa sedimen dua berusia dua juta tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kesimpulan ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh anggota tim, Profesor Michael Chazan, pada 2008 yang menggunakan metode penanggalan kosmogenik.

Konfirmasi bahwa manusia sudah tinggal di dalam Gua Wonderwerk sejak dua juta tahun lalu mempunyai implikasi yang sangat signifikan.

"Ini menjadi langkah penting dalam memahami tempo evolusi manusia di seluruh kontinen Afrika. Skala waktu sudah dikonfirmasi dan kami bisa melanjutkan kajian tentang koneksi antara manusia dan perubahan iklim, dan juga mempelajari kehidupan nenek moyang kita dulu," ujar Chazan dan anggota tim lain, Liora Kolska Horwitz.

Di Gua Wonderwerk ditemukan peralatan kuno dari batu seperti kapak tangan, dan bukti manusia purba di gua ini sudah menggunakan api sekitar satu juta tahun yang lalu, seperti dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2012.

Bukti jejak api seperti tulang yang hangus dan abu ditemukan jauh di dalam gua dan para ahli menyimpulkan jejak-jejak api ini "dipastikan hasil aktivitas manusia bukan karena kebakaran oleh faktor alam".

Situs bersejarah di dalam Gua Wonderwerk ditemukan oleh beberapa petani pada 1940-an. Sejak itu telah dilakukan ekskavasi untuk "menguak misteri keberadaan manusia di dalam gua sekitar dua juta tahun yang lalu".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini