BRASIL - Presiden terpilih Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyebut insiden penembakan massal di sekolah Aracruz di Espirito Santo, Brasil sebagai "tragedi yang tidak masuk akal".
“Dengan sedih saya diberitahu tentang serangan di sekolah Aracruz di Espirito Santo. Solidaritas saya untuk keluarga para korban dalam tragedi absurd ini," cuit Lula di akun resmi Twitter-nya, dikutip CNN.
“Dukungan saya untuk Gubernur Casagrande dalam menyelidiki kasus ini dan menghibur masyarakat di sekitar dua sekolah yang terkena dampak,” tambahnya.
Baca juga: Penembakan Massal di Sekolah Brasil, 3 Orang Meninggal dan 11 Terluka
Sementara itu, Menteri Brasil Victor Godoy juga bergabung dengan rekan-rekan pemerintahnya dalam mengungkapkan simpatinya.
Baca juga: Penembakan di Walmart Virginia Tewaskan 7 Orang, Pelaku Diduga Manajer Toko
“Belasungkawa saya kepada orang tua, kerabat, dan karyawan Sekolah Dasar dan Menengah Negeri Primo Bitti dan Pusat Pendidikan Praia de Coqueiral, di Aracruz. Saya menyerahkan sebagai catatan penolakan saya atas manifestasi kekerasan ini,” tulis Godoy di Twitter.
Seperti diketahui, sedikitnya tiga orang meninggal dan 11 lainnya cedera pada Jumat (25/11/2022) setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke dua sekolah di negara bagian Espirito Santo, Brasil.
Menurut pihak berwenang setempat, serangan itu terjadi di kota kecil Aracruz, 50 mil sebelah utara ibu kota negara bagian, Vitoria.
Tersangka penembak – yang terlihat dalam rekaman keamanan membawa senjata semi-otomatis, mengenakan pakaian militer dan penutup wajah – telah ditangkap oleh polisi. Tersangka belum diidentifikasi oleh pihak berwenang, tetapi media lokal, termasuk afiliasi CNN Brasil, telah melaporkan individu tersebut berusia 16 tahun.
Gubernur Espirito Santo Renato Casagrande, mengatakan serangan itu terjadi di sekolah Primo Bitti dan Pusat Pendidikan Praia de Coqueiral.
(Susi Susanti)