Share

Penembakan Massal di Sekolah Brasil, 3 Orang Meninggal dan 11 Terluka

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 26 November 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 18 2715349 penembakan-massal-di-sekolah-brasil-3-orang-meninggal-dan-11-terluka-yPZC0nvX56.jpg Penembakan massal di sekolah di Brasil (Foto: AFP)

BRASIL - Sedikitnya tiga orang meninggal dan 11 lainnya cedera pada Jumat (25/11/2022) setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke dua sekolah di negara bagian Espirito Santo, Brasil.

Menurut pihak berwenang setempat, serangan itu terjadi di kota kecil Aracruz, 50 mil sebelah utara ibu kota negara bagian, Vitoria.

Tersangka penembak – yang terlihat dalam rekaman keamanan membawa senjata semi-otomatis, mengenakan pakaian militer dan penutup wajah – telah ditangkap oleh polisi. Tersangka belum diidentifikasi oleh pihak berwenang, tetapi media lokal, termasuk afiliasi CNN Brasil, telah melaporkan individu tersebut berusia 16 tahun.

“Tim keamanan mengejar penyerang yang, dengan pengecut, menyerang dua sekolah di Aracruz. Saya menyatakan tiga hari berkabung resmi sebagai tanda kesedihan atas kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Kami akan terus menyelidiki alasannya dan, segera, kami akan mendapatkan klarifikasi baru,” cuit Gubernur Espirito Santo Renato Casagrande, dalam sebuah posting Twitter pada Jumat (25/11/2022).

Baca juga: Penembakan di Walmart Virginia Tewaskan 7 Orang, Pelaku Diduga Manajer Toko

Gubernur mengatakan serangan itu terjadi di sekolah Primo Bitti dan Pusat Pendidikan Praia de Coqueiral.

Baca juga: Tersangka Penembakan Klub Gay AS Hadapi Dakwaan Pembunuhan hingga Kejahatan Bermotif Kebencian

Berbicara kepada media, Menteri Keamanan Publik Marcio Celante mengatakan polisi yakin tersangka bertindak sendiri berdasarkan video keamanan, namun mengakui penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Celante juga mengungkapkan beberapa hal yang ditunjukkan oleh video keamanan tersebut.

“Tindakan kriminal pertama adalah masuk ke sekolah dengan merusak gembok. Dia memiliki akses ke ruang guru,” terangnya.

“Setelah itu, dia pindah ke sekolah lain, di mana dia membuat lebih banyak korban,” lanjutnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini