JAKARTA – Pergantian Panglima TNI adalah topik yang selalu menjadi perhatian banyak kalangan sejak periode Reformasi. Pakar dan akademisi banyak memberikan pandangannya terkait perspektif dan ketentuan yang berlaku selama ini.
Suksesi di tubuh TNI selalu menjadi diskursus yang hangat mengingat TNI sebagai salah satu komponen penting Bangsa Indonesia banyak berperan penting dalam dinamika di Nusantara ini.
BACA JUGA: 2 Perwira Angkatan Laut yang Pernah Jadi Panglima TNI, Ini Kiprahnya
Ketua Bidang Hankam dan Siber DPP Partai Perindo, Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.Si yang sekaligus Pengamat Militer dan Intelijen menyatakan Panglima yang nantinya akan menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa tidak hanya memahami cara pandang ke dalam organisasi, yaitu melihat sejauh mana kekuatan dan kelemahan organisasi yang harus diperhitungkan sebelum konsep pemberdayaan pegawai dimulai.
Lebih dari itu, menurutnya, Panglima TNI baru juga harus paham lingkungan strategis secara Outward Looking bukan saja Inward Looking.
BACA JUGA: Sore Ini, Surpres Calon Panglima TNI Dikirim Mensesneg ke DPR
"Ke depan kita harus siap memiliki Deterence Strategy (penangkalan) dalam hadapi perang. Bukan hanya perang Konvensional, tapi juga perang modern, perang nubika, dan perang siber," kata wanita yang akrab disapa dengan Nuning Kertopati dalam Diponegoro 29 Forum yang bertajuk 'Panglima TNI Baru dan Pekerjaan Rumah Sektor Pertahanan', Minggu (27/11/2022).