Share

Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Malang Jalani Trauma Healing

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 29 November 2022 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 519 2717359 jadi-korban-bullying-siswa-sd-di-malang-jalani-trauma-healing-Dc2FFE2Fb2.jpg Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizky Saputro. (MNC Portal/Avirista Midaada)

MALANG – Siswa SD di Malang yang menjadi korban perundungan (bullying) masih mengalami trauma. Bahkan MW (7) harus kembali menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, setelah pada Sabtu (26/11/2022) sempat pulang ke rumah.

Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizky Saputro menjelaskan, secara psikis korban dan terduga pelaku kini masih terganggu. Bahkan satu anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) tak mau sekolah.

“Karena pertimbangan itu, yang tadinya rencana mau ditempatkan khusus, kemudian berdasarkan hasil asesmen, tidak jadi dilaksanakan,” kata Iptu Wahyu Rizky di Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Selasa petang (29/11/2022).

Sejauh ini polisi masih berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait untuk penanganan psikis, baik korban MW maupun tujuh terduga pelaku.

“Kita masih berkoordinasi, karena ini terkait dengan anak kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus berkoordinasi dengan UPT PPA kabupaten dan Provinsi untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucap dia.

Khusus untuk penanganan korban, pihaknya juga belum mengetahui seberapa jauh kondisi siswa kelas 2 SDN Jenggolo I Kepanjen, Kabupaten Malang yang diduga menerima perundungan dari kakak kelasnya. Sebab kepolisian belum berkomunikasi secara intensif ke korban dan dokter yang merawatnya.

 BACA JUGA:Sempat Pulang dari RS, Siswa SD Korban Perundungan di Malang Kembali Dirawat

“Kalau terkait trauma (yang dialami korban) nanti dari dokter yang bisa menjelaskan, saat kami mengunjungi korban bersama Kapolres, dokter juga belum bisa memberikan statemen, sebab saat itu sedang dilakukan observasi,” terangnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Kini pihaknya fokus penanganan trauma healing baik bagi korban dan tujuh terduga pelaku. Trauma healing dilakukan dengan tim dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Kabupaten Malang dan Jawa Timur.

“Yang jelas karena korban dan ABH sama – sama dibawah umur, kita akan lakukan trauma healing,” tuturnya.

Sementara itu orang tua korban Edi Subandi mengakui anaknya masih sedikit trauma bertemu dengan orang banyak. Saat ada banyak tamu yang menjenguk, anaknya memilih untuk menutup wajahnya.

“Masih takut kalau lihat banyak orang, kemarin dijenguk bupati ya wajahnya ditutup gitu,” ujar Edi.

Pria berusia 39 tahun ini memaparkan anaknya juga didiagnosa mengalami pembengkakan dan pendarahan pada otak secara menyeluruh. Kini MW harus kembali dirawat inap sambil menunggu hasil CT Scan dan observasi dari dokter saraf di RSUD Kanjuruhan.

“Nunggu hasil CT Scan keluar sama nunggu dokter saraf diminta rawat inap lagi,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan MW kembali dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, usai sempat dipulangkan dari RSI Gondanglegi pada Sabtu (26/11/2022). Siswa kelas II SD Jenggolo I Kepanjen ini diduga menerima tindakan perundungan dari tujuh kakak kelasnya pada Jumat (11/11/2022).

Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo yang berada di Jalan Raya Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya. Setelah diduga dieksekusi, korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah.

Akibat kejadian itu korban mengeluhkan pusing dan mual, serta harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan. Korban akhirnya dirujuk ke RSI Gondanglegi dan telah dirawat selama satu minggu hingga Kamis (24/11/2022) hingga keluar pada Sabtu (26/11/2022).

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini