Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perluas Akses Buku Berkualitas, Dorong Minat Baca Anak

Imam Rachmawan , Jurnalis-Rabu, 30 November 2022 |07:24 WIB
Perluas Akses Buku Berkualitas, Dorong Minat Baca Anak
Ahmad, pegiat pendidikan di Kecamatan Wawo, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat, mengajak anak-anak membaca buku di Uma Lengge Mengajar. (Foto: dok Kemendikbudristek)
A
A
A

WAWO - Ahmad, seorang pegiat pendidikan di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen dan memilih jalan sunyi. Hatinya terenyuh ketika melihat anak-anak di desanya lebih piawai memainkan gawai dibanding membaca buku. Ahmad bertekad membangunkan anak-anak itu dari tidur panjang. Rencana ia susun dan lahirlah Uma Lengge Mengajar.

Ahmad mengaku bahwa sejak kecil ia dan kawan-kawannya sudah menyukai buku, meski kala itu akses buku masih sangat minim. Ahmad dan anak-anak di desanya pun biasa membaca Al Qur’an selepas Maghrib di langgar. Hal tersebut menandakan bahwa kegiatan membaca begitu lekat dalam keseharian mereka.

Kegelisahan Ahmad muncul setelah bertahun-tahun merantau dan kembali ke kampung halamannya. Ia menyaksikan sendiri perubahan kebiasaan yang terjadi pada anak-anak di desanya. Selain lebih akrab dengan gawai, aktivitas belajar mengaji setelah Maghrib pun mulai berkurang. Bahkan, sebagian anak terjebak dalam kenakalan remaja.

BACA JUGA:Kemendikbud Ristek Minta Generasi Muda Berperan Aktif Lestarikan Wayang

Padahal, menurut Ahmad, jumlah sarjana dan mahasiswa di Kecamatan Wawo tak bisa dibilang sedikit. Namun, kehadiran kaum intelektual kampus rupanya belum berbanding lurus dengan kualitas sumber daya dan moralitas masyarakat. Sebagai dosen lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan guru pondok pesantren, ia prihatin dengan keadaan tersebut.

Pria berusia tiga puluh tahun tersebut akhirnya menelaah permasalahan sosial yang melanda kampung halamannya. Hasil penelusuran Ahmad menunjukkan bahwa tingkat literasi dasar yang minim di kalangan anak usia Sekolah Dasar (SD) ternyata menjadi salah satu faktor penyebabnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement