Share

Negara Kaya G7 Setuju Penyelidikan Kejahatan Perang Ukraina, Dirikan Pusat Kontak Nasional di Setiap Negara Bagian

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717804 negara-kaya-g7-setuju-penyelidikan-kejahatan-perang-ukraina-dirikan-pusat-kontak-nasional-di-setiap-negara-bagian-VlCDiFcEIq.jpg Pertemuan negara kaya G7 di Berlin, Jerman (Foto: Reuters)

BERLIN – Kelompok negara kaya G7 pada Selasa (29/11/2022) sepakat untuk membentuk jaringan guna mengoordinasikan penyelidikan atas kejahatan perang, sebagai bagian dari dorongan untuk mengadili dugaan kekejaman di Ukraina.

"Pemeriksaan yudisial atas kekejaman yang dilakukan di Ukraina akan memakan waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun. Tapi kami akan mempersiapkan diri dengan baik - dan kami akan bertahan selama diperlukan," kata Menteri Kehakiman Jerman Marco Buschmann dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Baca juga: AS Tuduh Rusia Lakukan Kejahatan Perang 'Sistemik' di Perang Ukraina

Keputusan ini diambil setelah pertemuan menteri kehakiman G7 di Berlin, yang juga dihadiri oleh jaksa khusus Pengadilan Kriminal Internasional, jaksa federal Jerman dan Menteri Kehakiman Ukraina Denys Maliuska.

Baca juga: Gelar Pertemuan Darurat di Sela KTT G20, Negara G7 Kecam Serangan Rudal Rusia ke Polandia 

Dalam deklarasi bersama, para menteri mengatakan negara-negara G7 akan memastikan adanya pusat kontak nasional di setiap negara bagian untuk penuntutan kejahatan internasional.

Buschmann mengatakan kepada wartawan bahwa ini akan memastikan bahwa informasi tentang bukti dan persyaratan hukum dapat dibagikan di antara negara dan organisasi internasional.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Ia menambahkan, pernyataan korban kekerasan seksual harus dicatat sedemikian rupa sehingga dapat diterima di pengadilan sehingga korban hanya perlu memberikan keterangan satu kali.

Buschmann memuji pertemuan pada Selasa (29/11/2022) sebagai pertemuan pertama dari jenisnya dalam sejarah G7. Sebelumnya dia juga memuji peran utama Jerman dalam menuntut kejahatan perang di negara lain.

Seperti diketahui, di bawah prinsip yurisdiksi universal, Jerman memvonis dua mantan perwira intelijen Suriah dalam persidangan penting melawan penyiksaan yang didukung negara di Suriah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini