Share

AS Tuduh Rusia Lakukan Kejahatan Perang 'Sistemik' di Perang Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Rabu 23 November 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713330 as-tuduh-rusia-lakukan-kejahatan-perang-sistemik-di-perang-ukraina-mfESwc8Sxr.jpg AS tuduh Rusia melakukan kejahatan perang 'sistematik' di perang Ukraina (Foto: Reuters)

NEW YORK - Seorang diplomat senior Amerika Serikat (AS) pekan ini menuduh pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina melakukan kejahatan perang "sistemik." Ia mengatakan bahwa pelanggaran terjadi pada skala yang menunjukkan bahwa para pemimpin di tingkat tertinggi Kremlin mengetahui dan mendukung upaya pasukan mereka tersebut.

Dalam pengarahan di Departemen Luar Negeri, pada Senin (21/11/2022), Duta Besar AS untuk Peradilan Pidana Global, Beth Van Schaack, mengatakan bukti kejahatan perang Rusia sangat luas. Bukti dikumpulkan organisasi nonpemerintah, media dan penyelidik kejahatan perang yang berdedikasi.

Van Schaack mengisyaratkan dukungan kuat AS untuk berbagai upaya yang sedang dilakukan guna mendokumentasikan kejahatan perang dan pada akhirnya mengajukan tuntutan resmi ke Pengadilan Kriminal Internasional atau tempat lain yang tepat.

 Baca juga: Rusia Dituduh Lakukan 400 Kejahatan Perang di Kherson, Presiden Ukraina: Pasukan Bunuh Warga Sipil

“Agresi terhadap Ukraina adalah pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB. Kami memiliki banyak bukti bahwa agresi ini diiringi kejahatan perang sistemik yang dilakukan di setiap wilayah di mana pasukan Rusia ditempatkan,” terangnya, dikutip VOA.

Baca juga: AS Kutuk 'Kejahatan Perang' Rusia Usai Serangan Drone Hantam Ukraina

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

“Ini termasuk serangan yang disengaja, tanpa pandang bulu, dan tidak proporsional terhadap penduduk sipil dan elemen infrastruktur sipil. Kami melihat pelanggaran penahanan terhadap warga sipil dan tawanan perang dan juga upaya menutupi kejahatan ini,” lanjutnya.

Rusia mengklaim tuduhan itu tidak didukung bukti dan bahwa laporan mengenai kekejaman Ukraina diabaikan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini