Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keguyuban Warga Desa Bangkit dari Gempa Cianjur

Antara , Jurnalis-Kamis, 01 Desember 2022 |06:25 WIB
Keguyuban Warga Desa Bangkit dari Gempa Cianjur
Keguyuban warga desa Cianjur pasca gempa (Foto : Antara)
A
A
A

JAKARTA - Desa Ciputri termasuk dalam daftar desa yang terdampak cukup parah akibat gempa bermagnitudo 5,6 yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin, 21 November 2022.

Desa tersebut berada di kaki Gunung Gede Pangrango, terdiri atas 35 rukun tetangga (RT), yang tersebar di sembilan rukun warga (RW). Des itu, memiliki 4.910 kepala keluarga dengan penduduk 12 ribu jiwa.

Ciputri dikenal dengan Desa Wiata Sarongge, salah satu dari 92 desa wisata yang ada di Cianjur, yang terdampak gempa cukup parah.

Jika ke Cianjur melalui jalur Puncak, Kabupaten Bogor, setelah Cipanas, maka Sarongge akan dilintasi terlebih dahulu sebelum ke Cijedil, Kecamatan Cugenang, yang ramai diberitakan banyak korban jiwa dan mengalami kerusakan pascagempa.

Namun, saat bencana gempa terjadi, Jalur Puncak menuju Cianjur terputus akibat tertimbun longsor di dekat Warung Sate Sinta di Jalan Raya Cipanas-Cianjur, sehingga kebanyakan bala bantuan dan relawan masuk ke kabupaten dengan julukan Kota Santri itu lewat Jonggol atau lewat Bandung.

Dilansir dari Antara, udara sejuk khas Sarongge mengobati ketegangan pikiran akibat gempa, tidak seperti melintasi Cugenang atau Desa Nagrak yang disibukkan dengan ramainya posko-posko relawan, ambulans yang berseliwiran, dan kemacetan yang tak terelakkan.

Namun, ketika menelisik lebih dalam, keindahan Sarongge kini berubah menjadi kedukaan, saat melihat sepanjang jalan menuju posko bantuan gempa di Sarongge Valley, rumah-rumah warga porak poranda akibat diterjang gempa.

Meski bangunan rumah itu masih terlihat masih berdiri, tetapi sudah tidak lagi layak huni, apalagi gempa susulan masih sering terjadi, lebih dari ratusan kali dengan skala bervariasi, mulai dari magnitudo 3,8 pada Rabu 23 November 2022 hingga magnitudo 4,1 pada Jumat 25 November 2022.

Papan-papan bertuliskan posko pengungsian tertempel di sejumlah rumah warga yang dilintasi. Tenda-tenda pengungsian warna-warni, ada warna biru, hijau dan merah putih (tenda Kementerian Sosial) juga berdiri di sejumlah titik, ada di lapangan terbuka, ada pula di pinggiran kebun sayur.

Sarongge dikenal sebagai desa penghasil sayuran, mata pencarian warga Desa Ciputri mayoritas petani.

"Total ada 77 posko pengungsian di Desa Cipetir. Ada 12 ribu warga saya yang mengungsi, karena rumah mereka tidak aman untuk ditempati,” kata Kepala Desa Ciputri Nia Novi Hertini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement