Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keguyuban Warga Desa Bangkit dari Gempa Cianjur

Antara , Jurnalis-Kamis, 01 Desember 2022 |06:25 WIB
Keguyuban Warga Desa Bangkit dari Gempa Cianjur
Keguyuban warga desa Cianjur pasca gempa (Foto : Antara)
A
A
A

Galang bantuan

Kantor Desa Ciputri mencatat ada 12 warganya yang meninggal dunia, 736 orang terluka, terdiri atas 533 luka ringan dan 203 luka berat.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa telah merusak sejumlah bangunan di desa itu, tercatat 784 bangunan rusak ringan, 965 rusak sedang dan 1.424 rusak berat. Fasilitas umum yang rusak berat, di antaranya kantor desa, kantor BPP Pertanian, empat sekolah dasar, dua sekolah menengah, satu puskesmas pembantu (pustu), satu praktik bidan, enam masjid dan satu pondok pesantren.

Untuk fasilitas umum yang rusak sedang, satu sekolah kejuruan, satu perguruan tinggi, lima masjid, dan empat pondok pesantren.

Ketika ditemui siang itu, Kepala Desa Ciputri Nia Novi Hertini tengah sibuk memberikan pengarahan. Ia mengumpulkan seluruh RT dan RW yang ada di desanya untuk berdiskusi dan berkoordinasi tentang pendistribusian bantuan gempa untuk warganya supaya merata, agar tidak ada lagi yang mengeluh dua hari tidak makan.

Kepala desa perempuan itu didampingi Aipda Koswawara, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Pacet, Sesan Dua (Serda) Acep Agung, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta Letda Inf Wetrianto dari Batalyon Infrantri (Yonif) Garuda 315 TNI AD.

Pertemuan warga itu lantaran Desa Ciputri sempat menjadi sorotan karena ada warga yang memviralkan di media sosial, sudah dua hari tidak makan, setelah diguncang gempa dan minim bantuan.

Di lapangan ditemukan, ada posko yang ‘gemuk’ bantuan, tapi di sebelahnya kekurangan bantuan, dan minim kepedulian, karena warga masih memikirkan kepentingan masing-masing.

Temuan lainnya, karena merasa tidak nyaman, ada warga yang keluar dari posko dan mendirikan posko mandiri dengan peralatan seadanya, dengan alasan khawatir isi rumah dijarah maling atau lebih mudah untuk ke MCK.

Letda Inf Wetrianto, dari Batalyon Infrantri (Yonif) Garuda 315 TNI AD, memastikan, bantuan sudah masuk ke Desa Ciputri, baik dari TNI, pemerintah, dan swasta. Tetapi bantuan itu tidak berlimpah, pihaknya juga berjibaku menggalang bantuan agar masuk ke Kampung Sarongge.

Ia menyayangkan sikap warga yang mementingkan diri sendiri, karena saat mengambil bantuan di Kodim 0608 Cianjur. Westrianto sempat bertemu dengan salah satu warga yang datang meminta bantuan. Namun, warga itu dilihatnya hanya membawa sepeda motor, sehingga bantuan tersebut diduga hanya untuk pribadi, bukan atas nama warga.

"Seandainya bapak itu membawa mobil, saya akan bantu mengirimkan banyak bantuan, kami isi kendaraanya dengan bantuan yang ada. Tapi ini dia bawa motor, jadi ini kan untuk pribadi namanya,” kata Wetrianto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement