Share

Kondisi Bocah SD Korban Bullying di Malang Mulai Membaik Pasca-Operasi Kepala

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 519 2719445 kondisi-bocah-sd-korban-bullying-di-malang-mulai-membaik-pasca-operasi-kepala-VsPsqufUQ4.jpg Kondisi bocah korban perundungan mulai membaik. (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Bocah siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Malang yang mengalami perundungan (bullying) kondisinya mulai membaik pasca-operasi. Bahkan secara fisik juga berangsur-angsur normal.

Direktur RSUD Kanjuruhan dr. Bobi Prabowo menuturkan, operasi pengangkatan darah beku yang dilaksanakan pada Kamis kemarin sebagai bagian agar kondisi MW, korban bullying bisa semakin membaik ke depannya. Operasi itu untuk membersihkan endapan darah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Kondisi terakhir membaik, selesai dioperasi menjelang sore kemarin. Kemudian masuk ke ICU, pagi ini sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa," kata Bobi Prabowo saat dikonfirmasi MPI, pada Jumat (2/12/2022).

 

Sejauh ini tim dokter masih memantau kondisi bocah kelas 2 SDN Jenggolo I Kepanjen, apakah ada komplikasi atau gangguan kesehatan lainnya pasca pelaksanaan operasi. Namun dipastikan kondisi MW sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi.

 Baca juga: Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Malang Jalani Trauma Healing

"Kontrol luka operasi, kemudian Apakah ada komplikasi, kalau enggak ada, ya tinggal nunggu penyembuhan saja. Kondisinya sadar, komunikasi bisa, lancar," ujarnya.

Bila kondisinya membaik kemungkinan besar MW bisa segera pulang, meski harus menjalani serangkaian kontrol perawatan luka setelah operasi. Jika itu sudah dilakukan kemungkinan besar dua pekan MW akan sembuh.

"Kalau enggak ada komplikasi, ya tinggal nunggu penyembuhan saja. Biasanya penyembuhan luka itu dua minggu," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, MW kembali dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, usai sempat dipulangkan dari RSI Gondanglegi pada Sabtu (26/11/2022). Siswa kelas II SD Jenggolo I Kepanjen ini diduga menerima tindakan perundungan dari tujuh kakak kelasnya pada Jumat 11 November 2022.

Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo yang berada di Jalan Raya Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya. Setelah diduga dieksekusi korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Akibat kejadian itu korban mengeluhkan pusing dan mual, serta harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan. Korban akhirnya dirujuk ke RSI Gondanglegi.

Namun korban kembali menjalani rawat inap di RSUD Kanjuruhan Kepanjen saat pemeriksaan di dokter saraf. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kepala yang mengalami pembengkakan dan pendarahan bisa berangsur-angsur membaik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini