Share

Lacak Pengunjuk Rasa di Protes Covid China, Polisi Gunakan Sinyal dan Data Ponsel

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 03 Desember 2022 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 03 18 2719811 lacak-pengunjuk-rasa-polisi-china-gunakan-sinyal-dan-data-ponsel-E9tEdhuo6r.jpg Protes Covid-19 China kian memanas dii seluruh negeri (Foto: Reuters)

CHINA - Otoritas China menggunakan data telepon selular (ponsel) untuk melacak pengunjuk rasa yang melakukan protes menentang pembatasan Covid yang ketat dari pemerintah di Beijing.

Hal ini terungkap berdasarkan rekaman panggilan telepon antara pengunjuk rasa dan polisi yang didengar oleh CNN.

Seperti diketahui, ratusan demonstran berkumpul di sepanjang Sungai Liangma Beijing pada Minggu (27/11/2022) malam, menyerukan diakhirinya tes Covid dan penguncian yang tiada henti. Beberapa juga mengecam penyensoran dan menyerukan kebebasan politik yang lebih besar.

Protes perbedaan pendapat yang luar biasa di jantung ibu kota China sebagian besar berakhir dengan damai pada Senin (28/11/2022) dini hari. Tetapi beberapa pengunjuk rasa telah menerima panggilan telepon dari polisi yang menanyakan tentang partisipasi mereka pada protes.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Angkat Bicara, Akui Kemarahan Warga Akibat Kebijakan Ketat Covid yang Memicu Protes Hebat

Seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada CNN bahwa mereka menerima panggilan telepon pada Rabu (30/11/2022) dari seorang petugas polisi, yang mengungkapkan bahwa mereka dilacak karena sinyal ponsel mereka terekam di sekitar lokasi protes.

Baca juga: Pengunjuk Rasa Bentrok dengan Polisi di Guangzhou, Lempar Puing-Puing dan Kaca saat Protes Covid China

CNN tidak menyebutkan salah satu pengunjuk rasa dalam cerita ini untuk melindungi mereka.

Menurut rekaman percakapan telepon yang didengarkan CNN, pengunjuk rasa ditanya apakah mereka pergi ke Sungai Liangma pada Minggu (27/11/2022) malam. Ketika mereka menyangkal berada di sana, penelepon bertanya: "Lalu mengapa nomor ponsel Anda muncul di sana?"

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Di China, semua pengguna ponsel diwajibkan oleh undang-undang untuk mendaftarkan nama asli dan nomor identifikasi nasional mereka ke penyedia telekomunikasi.

Pengunjuk rasa juga disuruh melapor ke kantor polisi untuk diinterogasi dan menandatangani catatan tertulis. Menurut rekaman itu, ketika mereka bertanya mengapa mereka harus menurut, penelepon mengatakan itu adalah “perintah dari Biro Keamanan Umum Kota Beijing.”

Beberapa demonstran mengambil tindakan pencegahan agar tidak dilacak atau diidentifikasi. Seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada CNN bahwa dia menggunakan teleponnya dalam mode pesawat selama demonstrasi, dan dia belum dihubungi oleh polisi hingga Kamis (1/12/2022) sore.

Aparat keamanan China juga telah bergerak cepat minggu ini untuk meredam protes massa yang melanda negara itu, menjaga kehadiran polisi di lokasi-lokasi di mana banyak orang berkumpul selama akhir pekan, atau direncanakan untuk melakukannya.

Di Shanghai, di mana beberapa protes paling berani terjadi dengan kerumunan yang menyerukan mundurnya Presiden China Xi Jinping selama dua malam berturut-turut, polisi menggeledah ponsel warga di jalan-jalan dan di kereta bawah tanah untuk jaringan pribadi virtual (VPN) yang dapat digunakan untuk menghindari firewall internet China, atau aplikasi seperti Twitter dan Telegram, yang meskipun dilarang di negara tersebut, namun telah digunakan oleh pengunjuk rasa.

Menurut dua pengunjuk rasa yang berbicara kepada CNN, polisi juga menyita ponsel pengunjuk rasa yang ditahan.

Seorang pengunjuk rasa yang ditangkap pada akhir pekan lalu mengatakan mereka disuruh menyerahkan telepon dan kata sandi mereka kepada polisi sebagai "bukti".

Mereka mengatakan mereka khawatir polisi akan mengekspor data di ponsel mereka setelah disita oleh petugas, yang memberi tahu mereka bahwa mereka dapat mengambilnya seminggu kemudian.

Pengunjuk rasa lain mengatakan polisi mengembalikan ponsel mereka setelah dibebaskan, tetapi petugas telah menghapus album foto dan menghapus aplikasi media sosial WeChat.

Sebagai informasi, gelombang demonstrasi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak gerakan pro-demokrasi Lapangan Tiananmen tahun 1989. Sejak pemimpin China Xi Jinping berkuasa pada 2012, Partai Komunis telah memperketat cengkeramannya di semua aspek kehidupan. hidup, meluncurkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, dan membangun negara pengawasan berteknologi tinggi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini