Share

Terkenal karena Bertanding Tidak Pakai Jilbab, Rumah Atlet Panjat Tebing Iran Dibongkar Paksa

Susi Susanti, Okezone · Senin 05 Desember 2022 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 18 2720652 terkenal-karena-bertanding-tidak-pakai-jilbab-rumah-atlet-panjat-tebing-iran-dibongkar-paksa-YoGjY7b3qm.jpg Atlet perempuan panjat tebing Iran berkompetisi tanpa jilbab (Foto: AFP)

IRAN - Rumah keluarga atlet panjat tebing Iran Elnaz Rekabi dilaporkan telah dibongkar paksa atau dihancurkan. Rekaman yang diperoleh CNN dari IranWire menunjukkan struktur rumah yang hancur dan medali berserakan.

Pria yang merekam klip video tersebut menjelaskan apa yang terjadi pada rumah tersebut. Rekaman video juga memperlihatkan saudara laki-laki Rekabi, Davood, menangis.

Menurut IranWire, Davood Rekabi sendiri adalah juara olahraga panjat tebing dengan sepuluh medali emas atas namanya.

Baca juga:  Atlet Wanita Panjat Tebing Iran Disambut Hangat dan Meriah Usai Bertanding Tanpa Jilbab

“Ini adalah hasil dari hidup di negara ini. Juara negara dengan berkilo-kilo medali untuk negara ini. Bekerja keras untuk membuat negara ini bangga. Mereka menghancurkan rumah seluas 39 meter persegi dan pergi. Apa yang bisa kukatakan?,” terang pria yang merekam kejadian tersebut, yang identitasnya tidak diketahui.

Baca juga: Jaksa Agung Sebut Undang-Undang Wajib Jilbab di Iran Sedang Ditinjau

Tidak jelas kapan pembongkaran itu dilakukan. CNN tidak dapat mengkonfirmasi secara independen apakah rumah keluarga Rekabi dihancurkan atas perintah pemerintah. Baik pihak berwenang maupun media yang berpihak pada negara tidak mengomentari situasi tersebut secara terbuka.

Menurut outlet berita pro-reformasi IranWire, nama Rekabi mendadak terkenal di dunia internasional pada musim gugur ini karena berkompetisi tanpa mengenakan hijab.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Rekabi berkompetisi tanpa hijab di Korea Selatan pada Oktober lalu, tepat ketika protes anti-rezim melanda Iran setelah kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun saat berada dalam tahanan polisi moralitas karena diduga tidak mengenakan hijab dengan benar.

Beberapa demonstran Iran melihat Rekabi sebagai simbol pemberontakan nasional yang menyerukan kebebasan yang lebih besar bagi perempuan. Namun, kelompok hak asasi manusia mengungkapkan kekhawatiran akan keselamatannya ketika dia kembali ke Teheran.

Seperti diketahui, rekaman Rekabi mengenakan ikat kepala dengan rambut dikuncir saat berkompetisi di Seoul menjadi viral di media sosial dan menjadi berita utama internasional. Ketika dia kembali ke Iran, video yang diposting ke media sosial menunjukkan dia disambut oleh orang banyak yang meneriakkan "Elnaz sang Pahlawan" di Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan Anda, semua orang Iran, orang-orang paling baik di planet ini, atlet dan non-atlet, dan semua dukungan Anda di Komunitas internasional,” tulis sang atlet di akun Instagram-nya.

Sebelumnya Rekabi telah mengatakan di akun Instagram-nya dan dalam wawancara dengan media pemerintah IRNA, bahwa dia secara tidak sengaja berkompetisi tanpa jilbab, kewajiban yang dilakukan setoap wanita Iran.

Namun, tidak jelas apakah komentar Rekabi dibuat di bawah paksaan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini